Pandemi Corona

Bahaya Corona, Virus Covid-19 Bisa Serang Orang Bertubuh Sehat Tanpa Gejala Sakit, Kenali Sebabnya

Tanpa Gejala Sakit Covid-19, Virus Corona Bisa Serang Orang Bertubuh Sehat, Ini Penyebabnya!

Editor: Hasyim Ashari
zoopps.com
Bahaya Corona, Virus Covid-19 Bisa Serang Orang Bertubuh Sehat Tanpa Gejala Sakit, Ini Penyebabnya! 

Tanpa Gejala Sakit Covid-19, Virus Corona Bisa Serang Orang Bertubuh Sehat, Ini Penyebabnya!

POS-KUPANG.COM - Tanpa Gejala Sakit Covid-19, Virus Corona Bisa Serang Orang Bertubuh Sehat, Ini Penyebabnya!

Wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 kini sedang dikaji secara mendalam oleh para ilmuwan.

Seperti diketahui, virus corona bisa menyerang siapa saja dan di mana saja.

Bahkan, orang yang terlihat sehat dan tidak memiliki gejala mencurigakan, bisa terkena virus corona.

Terkait bahaya Covid-19, sejumlah penelitian telah dilakukan oleh para ilmuwan di dunia untuk menggali semua informasi tentang virus corona.

JADWAL ACARA TV Hari ini Jumat 27 Maret 2020, RCTI, GTV, Trans TV, Trans 7, ANTV, Indosiar

ODP Covid-19 di Sumba Timur Bertambah Jadi 30 Kasus,10 Diantaranya ABK Diisolasi di Kapal

Objek kajiannya pun beragam, dari sumber, sifat, cara penyebaran, gejala, hingga vaksin virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Per Rabu (25/3/2020) malam, sebanyak 438.749 orang terinfeksi di lebih dari 180 negara dengan angka kematian sebesar 19.675 kasus.

Salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan penyebaran virus ini adalah banyaknya pasien yang tak menunjukkan gejala, sehingga mereka tak sadar jika telah membawa virus corona.

Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui soal infeksi virus corona tanpa gejala:

Risiko transmisi

Sejauh ini, infeksi virus corona tanpa gejala telah ditemukan di banyak negara.

Terbaru, sejumlah atlet dunia yang dinyatakan positif Covid-19 mengakui hal itu.

Para ahli masih mencoba untuk mencari tahu sejauh mana orang-orang yang terinfeksi dalam kategori ini berkontribusi dalam penyebaran virus.

Tablo Jumat Agung Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Ditunda,Vikjen KAK: Kita Tidak Boleh Menutup Mata

Obat Ini Ampuh Sembuhkan Corona Hingga 90 Persen, Rupanya Bukan Avigan Atau Klorokuin untuk Covid-19

Pada Minggu (22/3/2020), SCMP melaporkan, sepertiga dari pasien positif virus corona di China baru menunjukkan gejala setelah dikonfirmasi positif.

Sebelumnya, mereka tidak merasakan gejala sama sekali.

Kasus asimptomik atau tanpa gejala ditemukan di antara orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien positif, klaster, dan melalui pelacakan kontak.

Beberapa ahli memperingatkan bahwa pasien tanpa gejala dapat membuat rute transmisi baru setelah penguncian diredakan.

"Ini memprihatinkan, mengingat banyak negara belum menerapkan tingkat pengujian komunitas yang cukup luas," kata Adam Kamradt-Scott, seorang spesialis kesehatan masyarakat di University of Sydney, dilansir dari Reuters.

Tak menunjukkan gejala selama perawatan

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korea Selatan Jung Eun-Kyeong mengatakan, sekitar 20 persen dari pasien positif virus corona di Korea Selatan tidak menunjukkan gejala sama sekali selama menjalani perawatan di rumah sakit.

ZODIAK HARI INI - Ramalan Zodiak Jumat 27/3/2020, Gemini Diet, Sagitarius Hati-hati, Pisces Sensitif

Asmara Ariel Noah & Bunga Citra Lestari Diramal Mbak You,Saling Disukai Tapi Ini, BCL Idaman Ariel?

Melansir Bloomberg, di Islandia, menurut Kepala Ahli Epidemiologi Thorolfur Gudnason, separuh dari jumlah pasien positif tidak memiliki gejala.

Satu analisis dari wabah kapal pesiar Diamond Princess menunjukkan, 33 dari 104 penumpang yang terinfeksi tetap tanpa gejala bahkan setelah rata-rata 10 hari pengamatan di rumah sakit.

Screening di bandara tak efektif

Yale Scool of Public Health menyebutkan, keberadaan pasien asimptomik mengindikasikan bahwa screening di bandara dan tempat masuk lainnya tak cukup efektif.

"Gambaran nyata hanya akan terungkap ketika kami memiliki tes serologis untuk mengetahui siapa yang telah terinfeksi," kata Ian Henderson, Direktur Institute for Molecular Bioscience di Queensland University.

Sejauh ini, screening di bandara masih menjadi andalan utama bagi banyak negara untuk mendeteksi penumpang yang mungkin telah terpapar virus corona.

Singapura kini mulai sadar akan hal itu dan memperketat tes masuk di bandaranya.

Ada pasien dengan paru-paru normal

Seorang perempuan asal Wuhan, China, dengan riwayat perjalanan ke Anyang untuk mengunjungi keluarganya, sempat dinyatakan negatif pada tes awal.

Pandemi Corona, Rocky Gerung Kritisi Logika Jokowi Pilih Rapid Test Tolak Lockdown Atasi Covid-19

Amerika Mulai Khawatir Virus Corona Indonesia, Tarik Pulang Keluarga Staf Kedubes Jakarta

Akan tetapi, pada tes lanjutan hasilnya berubah menjadi positif.

Ia pun kemudian menjalani uji CT Scan untuk mengecek kondisi paru-parunya.

Dari uji scan itu, diketahui paru-parunya tetap normal, tak mengalami demam, dan gejala pernapasan.

Metode pengujian tak efektif

Dilansir dari Health, Presiden ACCESS Health International William Haseltine mengatakan, metode pengujian virus corona secara umum yang ada saat ini dinilai tidak cukup efektif.

Hal itu didasari atas fakta bahwa penyebaran virus corona tak hanya disebarkan oleh orang bergejala.

Ia pun meminta agar banyak negara mengoptimalkan sistem pengujian yang dikenal sebagai contact tracing atau pelacakan kontak.

Menurut dia, penting untuk menemukan pasien tersebut lebih awal sebelum mereka sakit.

"Ini bukan tentang berapa banyak tes yang dilakukan di suatu negara, tetapi bagaimana tes itu digunakan," kata dia.

Dengan temuan seperti ini, maka orang yang bergejala dan tanpa gejala memiliki potensi yang sama besarnya dalam penularan virus corona.

Oleh karena itu, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, AS, Michael Osterholm, mengingatkan pemerintah dan pejabat publik untuk terbuka tentang cara penyebaran virus ini.

Masyarakat juga diminta jujur soal riwayat perjalanan dan kontak saat merasakan gejala virus corona.

Dengan demikian, bisa dilacak siapa saja yang berpotensi tertular, meskipun belum merasakan gejala terinfeksi.

* WASPADA! Ini Ciri-ciri Terinfeksi Virus Corona dari Hari Pertama hingga Hari Ketujuhbelas, Cairan di Paru

Perhatian dunia saat ini tengah tertuju kepada masalah kesehatan yang diakibatkan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 menjadi pandemi global.

Saat ini, virus tersebut pun telah menjangkit lebih dari 300.000 orang, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 17.000 orang.

Virus corona masih satu keluarga besar dengan virus penyebab MERS dan SARS.

Seseorang yang terinfeksi penyakit ini pun memunculkan gejala tertentu, meskipun terdapat kasus yang tidak timbul gejala klinis terlebih dahulu.

Lantas, apa saja gejalanya?

Melansir beberapa situs resmi, demam menjadi gejala paling umum di antara pasien yang terpapar virus.

Sebuah penelitian yang melibatkan hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China, mengidentifikasi pola khas gejala terkait virus corona Covid-19.

Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:

1. Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi atau demam.

Gejala tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius.

Sementara suhu tubuh normal berkisar 36,1 hingga 37,2 derajat.

2. Sedangkan lebih dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering.

Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari dan terus menerus.

Batuk kering lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 dibandingkan batuk berdahak.

3. Kurang lebih sepertiga pasien mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

4. Gejala pertama mungkin tidak muncul tepat setelah seseorang terinfeksi.

Lebih lanjut, pasien mungkin terinfeksi virus tanpa menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih.

Saat gejalanya muncul, dapat mirip dengan pneumonia.

Covid-19 dapat memburuk dari waktu ke waktu, yang membedakannya dengan pneunomia.

Pola harian ciri-ciri terinfeksi virus corona:

Hari pertama

Hari pertama saat terinfeksi, pasien demam.

Selain itu, pasien kemungkinan juga mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Sebagian kecil dari mereka mungkin mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya.

Hari kelima

Pasien kemungkinan mengalami kesulitan bernapas, terutama jika di usia lebih tua atau memiliki riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Hari ketujuh

Menurut sebuah penelitian di Universitas Wuhan, hari ketujuh menjadi waktu rata-rata gejala memburuk, sebelum pasien dirawat di rumah sakit.

Hari kedelapan

Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (15 persen, menurut CDC China) mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Ini merupakan penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru.

ARDS ini sering kali berakibat fatal.

Hari kesepuluh

Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, hari kesepuluh menjadi waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan besar dirawat di ICU.

Pasien-pasien mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.

Hanya sebagian kecil yang mati.

Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen.

Hari ketujuh belas

Rata-rata, orang yang pulih dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah dua setengah minggu dirawat.

* UPDATE CORONA - Ada Kabar Baik Penanganan Virus Corona di Indonesia: Dari Rapit Test hingga Kartu Pra Kerja 

Penyebaran virus corona Covid-19 masih terus bertambah dalam beberapa hari terakhir di Indonesia.

Hingga Rabu (25/3/2020), total kasus infeksi Covid-19 yang telah dikonfirmasi di Indonesia mencapai 790 kasus, bertambah dari hari sebelumnya sebanyak 686 kasus.

Dari angka tersebut terdapat 58 kematian dan 31 pasien dinyatakan sembuh.

Sejumlah upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona yang masih terus terjadi.

Melansir berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut adalah beberapa kabar baik dari kondisi penanganan virus corona di Indonesia:

1. Pemerintah telah mulai rapid test corona

Pada Jumat (20/3/2020), Presiden Jokowi menyebut bahwa rapid test atau tes cepat virus corona (Covid-19) telah mulai dilakukan.

Lokasi pertama tes ini adalah Jakarta Selatan, yaitu pada sejumlah warga yang diduga terinfeksi virus corona karena melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Menurut Presiden, pemerintah memprioritaskan wilayah yang paling rawan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, rapid test ini merupakan mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga Covid-19.

Tes ini bukan menggunakan metode swab tenggorokan, melainkan sampel darah.

2. Wisma atlet mulai digunakan untuk pasien corona

Untuk memenuhi kebutuhan pasien virus corona, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta telah mulai melayani pasien.

Per Rabu (25/3/2020) siang, jumlah pasien yang dirawat di sana sebanyak 144 orang.

Sebelumnya, Yuri mengatakan bahwa keberadaan rumah sakit darurat Covid-19 ini bertujuan untuk menambah fasilitas ruang isolasi bagi para pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Adapun pasien yang ditangani di sana merupakan pasien yang tidak dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan berbagai pertimbangan medis.

3. Penyaluran kartu pra kerja dipercepat

Untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena PHK dan pekerja harian yang penghasilannya terdampak wabah Covid-19, Presiden akan mempercepat penyaluran kartu pra kerja.

Rencananya, penerima kartu ini akan mendapat Rp 1 juta setiap bulannya selama 3-4 bulan.

4. Rumah sakit rujukan penanganan corona ditambah

Melansir laman Kementerian Kesehatan (17/3/2020), pemerintah pun menyediakan 227 rumah sakit rujukan tambahan.

Awalnya, rumah sakit rujukan untuk penaganan pasien corona berjumlah 100.

Namun, pada 10 Maret, dilakukan penambahan menjadi 132 buah. Selain dialokasikan secara nasional, pemerintah daerah juga secara spesifik menyebutkan penambahan jumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien corona.

Misalnya di Provinsi Jawa Tengah, dilakukan penambahan 45 rumah sakit dari sebelumnya hanya 13.

Selain itu, tiga rumah sakit swasta juga telah bersedia untuk menjadi RS rujukan penanganan corona, yaitu Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, dan Rumah Sakit Hermina Karawang.

5. 15 juta masker disiapkan untuk hadapi corona

Yuri juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyediakan stok 15 juta masker untuk menangani virus corona. Keterangan ini disampaikan pada Kamis (12/3/2020) lalu.

Adapun masker-masker ini didapat dari BUMN dan BUMD. Namun, menurut Yuri, saat ini, yang terpenting bukanlah jumlah stok masker, tetapi penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan para pasien positif Covid-19.

 (Sumber: Kompas.com/ Ihsanuddin, Achmad Nasrudin Yahya, Rakhmat Nur Hakim |Editor: Fabian Januarius Kuwado, Icha Rastika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update: Berikut 5 Kabar Baik soal Penanganan Virus Corona di Indonesia", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/25/180000265/update--berikut-5-kabar-baik-soal-penanganan-virus-corona-di-indonesia?page=all#page4.
Penulis : Vina Fadhrotul Mukaromah
Editor : Virdita Rizki Ratriani

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Virus Corona Bisa Menyerang Orang Bertubuh Sehat Tanpa Gelaja Sakit, Pahami Info Penting Ini, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/03/26/virus-corona-bisa-menyerang-orang-bertubuh-sehat-tanpa-gelaja-sakit-pahami-info-penting-ini?page=all.

Editor: eko darmoko

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved