Jenazah Tidak Dimandikan & Dishalati karena Virus Corona, Begini Pandangan Islam Menurut Buya Yahya

Jenazah Tidak Dimandikan dan Tidak Dishalati karena Virus Corona, Begini Penjelasan Buya Yahya

Jenazah Tidak Dimandikan & Dishalati karena Virus Corona, Begini Pandangan Islam Menurut Buya Yahya
Via Kompas.com (Shutterstock)
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona 

POS-KUPANG.COM - Ustad Buya Yahya angkat bicara terkait jenazah yang tidak dimandikan dan tidak dishalati karena terjangkit virus corona atau covid-19. 

Dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV, Ustad Buya Yahya memberikan penjelasan terkait pertanyaan masyarakat bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi jenazah yang meninggal karena virus corona yang tidak dimandikan. 

"Pertanyaannya, saya mendengar ada himbauan prosedur khusus bahwa jika seseorang meninggal dengan keadaan terkena covid 19 atau virus corona dilarang untuk memeluk, mendekati, tidak disambut keluarganya bahkan tidak diperbolehkan untuk memandikan jenazahnya. Jenazah akan dimasukkan ke dalam body bag, ditayamum di atas balutan plastik dan dikebumikan. Bagaimana pandangan islam menyikapi hal tersebut?" 

Menurut Ustad Buya Yahya, seseorang atau keluarga yang tertimpa ujian, jika itu dari Allah maka harus diketahui jika tidak ada tha'un (wabah) yang Allah timpakan kepada orang tersebut kecuali Allah ingin jadikan ia mati syahid. Dan mati syahid aman dari siksa Allah. 

"Yang pertama adalah kepada keluarga atau siapapun yang tertimpa ujian, jika itu dari Allah maka ketahuilah tidak ada tha'un (wabah) yang Allah timpakan kepada ahli iman kecuali Allah ingin jadikan dia mati syahid. Mati syahid aman dari siksa Allah. Jadi yang meninggal dalam keadaan kena wabah semacam itu, wabah apa saja termasuk tha'un corona ini, maka Insya Allah orang itu dia mati syaid," ucap Ustad Buya Yahya seperti dikutip dari YouTube channel Al-Bahjah TV, Kamis (26/3/2020). 

Peringata Keras Pelatih Maung bagi Pemain Persib Bandung Saat Situasi Libur AKibat Corona, Info

Cegah Corona - DPD Partai Demokrat NTT Bagi Masker dan Semprot Disenfektan

UPDATE Sebaran Virus Corona di Seluruh Dunia, Melesat Tajam Dalam 24 Jam di 194 Negara, Indonesia?

3 Strategi China Sukses Atasi Virus Corona, Isolasi 11 Juta Warga hingga Mobilisasi Ribuan Dokter

Bintang ILC TV One Rocky Gerung Soroti Kinerja Menkes Terawan & Presiden Jokowi Hadapi Virus Corona

Rocky Gerung Sebut Kebijakan Presiden Jokowi Ini Rakus Tak Beretika di Tengan Pandemi Corona

Ustad Buya Yahya juga meminta keluarga yang ditinggalkan agar tidak berlarut dalam kesedihan. Menurutnya, orang yang meninggal dunia karena virus khususnya virus corona ini ditakutkan akan menularkan kepada yang masih hidup.

"Sampaikan kepada keluarganya kabar gembira ini agar tidak berlarut dalam kesedihan. Yang kedua, jika ada orang meninggal dunia kemudian ternyata ada virus yang nempel atau ada pada orang tersebut, dikhawatirkan menurut ahlinya dalam hal ini adalah tim medis, akan menyebarkan dan menularkan kepada yang hidup maka menjaga yang hidup itu sangat penting. Jika diputuskan oleh medis tidak boleh ada yang bersentuhan, yah jangan menyentuh karena tidak boleh bersentuhan dan sebagainya maka tidak perlu dimandikan, tidak perlu diapa-apakan langsung dikuburkan," lanjutnya. 

Dalam hukum Islam, menurut Ustad Buya Yahya, ada beberapa alasan kenapa jenazah tidak bisa dimandikan. Seorang wanita yang meninggal kemudian tidak ada wanita yang memandikan, atau tidak ada laki-laki mahram dengannya maka jenazah wanita tersebut tidak perlu dimandikan, karena kalau dimandikan akan membuka auratnya. 

 Peringata Keras Pelatih Maung bagi Pemain Persib Bandung Saat Situasi Libur AKibat Corona, Info

 Cegah Corona - DPD Partai Demokrat NTT Bagi Masker dan Semprot Disenfektan

 UPDATE Sebaran Virus Corona di Seluruh Dunia, Melesat Tajam Dalam 24 Jam di 194 Negara, Indonesia?

 3 Strategi China Sukses Atasi Virus Corona, Isolasi 11 Juta Warga hingga Mobilisasi Ribuan Dokter

 Bintang ILC TV One Rocky Gerung Soroti Kinerja Menkes Terawan & Presiden Jokowi Hadapi Virus Corona

 Rocky Gerung Sebut Kebijakan Presiden Jokowi Ini Rakus Tak Beretika di Tengan Pandemi Corona

"Ini bertanya bagaimana hukum dalam Islam. Begini jika ada satu jenazah yang tidak bisa dimandikan karena beberapa sebab diantaranya adalah karena mungkin semacam kebakar kalau kena air tambah hancur atau wanita yang meninggal tidak ada wanita yang memandikannnya, atau tidak ada laki-laki yang mahram dengannya ini termasuk sering dilupakan. Yang memandikan wanita hendaknya wanita, jika tidak ada wanita yang memandikan diambil dari mahramnya wanita tersebut. Jika ternyata ada wanita di kampung meninggal dunia, wanita sudah tidak ada tinggal dia saja kemudian laki-laki yang mahram pun tidak ada maka dalam hal ini, tidak perlu dimandikan karena kalau dimandikan akan membuka auratnya. Lalu ditayamumin atau tidak, dalam mazhab syafii sendiri dikatakan tidak usah, selagi tidak ditayamumi tidak usah disolati," ucapnya.

Penjelasan selengkapnya bisa dilihat di video di bawah ini. 

Halaman
123
Penulis: Eflin Rote
Editor: Eflin Rote
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved