News
Cegah Penyebaran Virus Corona di Kabupaten TTS, Tim Gabungan 'Kepung' Paris SoE Semprot Benda Ini
Mobil hasil modifikasi tersebut mampu membawa 400 liter disinfektan sekali jalan sehingga lebih efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Penulis: Dion Kota | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota
POS KUPANG, COM, SOE - Mencegah penyebaran virus corona, tim gabungan yakni Pemda TTS, Kodim, Polres dan K2S melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Pasar Inpres (Paris) SoE, Selasa (24/3) siang.
Dandim 1621 TTS, Letkol (CZI) Koerniawan Pramulyo terlihat turun tangan langsung memantau pelaksanaan penyemprotan tersebut. Dikatakan Koerniawan, Kodim 1621/TTS memodifikasi mobil dinas menjadi mobil penyemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Mobil hasil modifikasi tersebut mampu membawa 400 liter disinfektan sekali jalan sehingga lebih efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19.
"Kita kerahkan satu mobil dinas yang sudah kita modifikasi untuk membantu penyemprotan disinfektan ini," ungkap Koerniawan.
Dalam kesempatan tersebut, Koerniawan mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, menjaga jarak ketika berinteraksi serta tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.
"Masyarakat kita imbau untuk mematuhi apa yang telah disampaikan pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona," ujarnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS, Jusuf Alle, mengatakan, selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan Pasar Inpres SoE, tim gabungan juga menyemprot kendaraan bermotor di Batu Putih yang merupakan pintu masuk Kabupaten TTS. Tim juga melakukan penyemprotan di rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati TTS.
"Hari ini (Selasa 23/3, Red) kita lakukan penyemprotan cairan disinfektan di empat lokasi berbeda, yaitu Rujab Bupati dan Wakil Bupati TTS, Batu Putih dan Pasar Inpres SoE," jelasnya.
Jusuf merencanakan penyemprotan dilakukan sampai tanggal 31 Maret mendatang.
"Kita akan atur jadwal agar rumah ibadah dan terminal juga a disemprotkan cairan disinfektan," tegas Jusuf.
Pantauan Pos Kupang, informasi terkait rencana penyemprotan cairan disinfektan membuat para pedagang memutuskan untuk tidak berjualan. Pasar Inpres SoE tampak sepi dan kios-kios ditutup. Tidak terlihat ada pedagang yang berjualan. Para pedagang memilih menutup kiosnya.
Tarim, pedagang pakaian di Paris SoE mendukung langkah antisipasi penyebaran virus corona yang dilakukan Pemda TTS dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Paris SoE, Selasa (24/3) siang.
Dia berharap penyemprotan cairan disinfektan bisa rutin dilakukan minimal sebulan sekali guna membunuh virus dan bakteri yang berada di kawasan Paris SoE.
"Hari ini kita tutup jualan setelah ada informasi Pemda bersama Polres, Kodim TTS dan K2S mau melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan pasar. Kita dukung langkah ini untuk antisipasi penyebaran virus corona," ungkapnya.
Rhony Atonis, salah satu warga Kota SoE, juga mendukung Pemkab TTS. Pasalnya cairan disinfektan selain mampu membunuh virus corona, juga membunuh bakteri dan virus lainnya.
"Kalau bisa jangan hanya di pasar saja, juga rumah ibadah, terminal dan Lapangan Puspenmas harus disemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona," pintanya.
Belu Bentuk Gugus Tugas
Pemkab Belu menggelar rapat membentuk gugus tugas percepatan penanganan virus corona atau covid-19 di Aula Betelalenok Atambua, Kamis (19/3) sore.
Rapat dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Belu, Drs. JT Ose Laun, didampingi Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho; Wakapolres Belu, Kompol Herman Bessie; dan Plt Sekda Belu, Marsel Mau Meta. Hadir pimpinan OPD, pimpinan PLBN, perwakilan Imigirasi, Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Direktur RSUD Atambua, para pejabat eselon III lingkup Pemkab Belu.
Wabup Ose Luan mengatakan, rapat pembentukan gugus percepatan penanganan covid 19 ini menindaklanjuti instruksi Gubernur NTT.
Ose Luan menyebut gugus percepatan bertugas, pertama, meningkatkan ketahanan daerah di bidang kesehatan. Kedua, melakukan percepatan penangana covid-19 melalui sinergi antar perangkat daerah, lembaga vertikal maupun pemangku kepentingan lainnya.
Ketiga, meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebar virus corna di Belu. Keempat, meningkatkan sinergi dalam pengambilan kebijakan operasional. Kelima, meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi dan merespon virus corona di Belu.
Struktur gugus tugas ini meliputi pengarah, ketua, wakil ketua, sekretaris, dan ketua bidang. Gugus tugas memiliki satu sekretariat yang berpusat di Dinas Kesehatan Belu.
Ketua gugus tugas adalah Sekda Belu bersama tiga wakil ketua. Sekretaris adalah Kepala Dinas Kesehatan Belu.
Sedangkan, ketua atau koordinator bidang-bidang diambil dari pimpinan perangkat daerah. Direktur RSUD Atambua sebagai koordinator bidang kesehatan; Kepala Dinas Perhubungan sebagai koordinator areal dan transportasi publik; Kepala Dinas Pendidikan sebagai koordinator bidang pendidikan dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai koordinator bidang komunikasi. *