Rocky Gerung
Rocky Gerung Sempat Ramal Rezim Jokowi Akan Runtuh, Kini Sahabat Ahmad Dhani Beber Kurang Presiden
Rocky Gerung Sempat Ramal Rezim Jokowi Akan Runtuh, Kini Sahabat Ahmad Dhani Beber Kurang Presiden
Rocky Gerung Sempat Sebut Rezim Jokowi Akan Runtuh, Kini Sahabat Ahmad Dhani Beber Kurang Presiden
POS-KUPANG.COM - Rocky Gerung Sempat Sebut Rezim Jokowi Akan Runtuh, Kini Sahabat Ahmad Dhani Beber Kurang Presiden
Bukan hal baru, pengamat Politik Rocky Gerung selalu memberikan kritik ke pemerintahan Presiden Jokowi.
Baik soal kebijakan maupun arah politiknya.
Kali ini dirinya kembali menarik perhatian setelah memberikan analisanya terkait pemerintahan Presiden Jokowi.
Pria yang juga pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI) itu menilai Jokowi akan segera jatuh dari posisinya sebagai RI 1.
• Rocky Gerung Desak Jokowi Dengar Usul Dokter Indonesia Hadapi Corona, Covid-19 Rusak Ekonomi Bangsa
• Bergelar Profesor Rocky Gerung Terdiam Ditanya Ahmad Dhani, Suami Mulan Jameela Sindir S3 Fadli Zon
Kejatuhan Jokowi justru akan terjadi lantaran kurangnya kubu oposisi dalam pemerintahannya.
Dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (11/3/2020), awalnya Rocky Gerung menyinggung soal analisa yang pernah ia lakukan.
Analisa tersebut menyimpulkan bahwa Jokowi tidak akan bisa bertahan hingga akhir periode.
Rocky Gerung bahkan mengatakan tanda-tanda kejatuhan Jokowi akan segera nampak.
"Saya beberapa kali bikin analisis bahwa presiden tidak akan sampai 2024, bahkan mungkin semester ini, tanda pertama dari keretakan akan terlihat, karena tuntutan pembayaran utang, tuntutan keakraban bernegara yang compang camping, kemampuan rezim untuk menghasilkan diskursus yang bermutu enggak ada," paparnya.
"Cuman ada slogan salam Pancasila, berantas radikalisme," sindir Rocky Gerung.
Rocky Gerung menyebut apa yang terjadi pada pemerintahan Jokowi saat ini sebagai political decay (pembusukan politik).
"Jadi seluruh fasilitas kebudayaan tidak mampu untuk menghalangi percepatan pembusukan politik," kata Rocky Gerung.
"Indonesia mengalami political decay."
Rocky Gerung mengatakan saat ia menyebut Indonesia mengalami pembusukan politik, dirinya mendapat banyak pertentangan.
• Rocky Gerung Sindir Presiden Jokowi Tak Kunjung Lakukan Lockdown, Ungkap Potensi Gagal Atasi Corona
• Resep Rocky Gerung Agar Anies Baswedan Mulus Maju ke Pilpres 2024 Bintang ILC TV One: Oposisi Jokowi
Ia meluruskan, bahwa yang menyebabkan terjadinya pembusukan politik adalah pemerintah itu sendiri.
"Bukan saya yang menginginkan pembusukan politik ,tapi rezim sendiri sedang melakukan langkah-langkah ke arah pembusukan itu," tegas Rocky Gerung.
"Rezim lagi menata dirinya sendiri untuk jatuh, gampangnya," imbuhnya.
Bagaimana?
Jokowi Krisis Oposisi
Rocky Gerung lalu menjelaskan saat ini banyak pihak yang berharap Jokowi jatuh dengan cara apapun.
Hal tersebut menurutnya tak akan terjadi apabila kubu oposisi tidak dimasukkan ke pemerintah.
"Kalau ada oposisi, oposisi akan menghitung kapan jatuhnya, dengan cara apa, dan harusnya melalui metode yang konstitusional," kata Rocky Gerung.
"Karena tidak ada oposisi, maka bajing**, dan pengharap buruk, bersatu."
"Justru salahnya pemerintah mengambil alih potensi oposisi, memasukkan suara oposisi ke dalam kabinet," lanjutnya.
• TransNusa Siapkan SOS Emergency Flight, Simak Penjelasannya
• Begini Cara Mulan Jameela,Isteri Ahmad Dhani Politisi Gerindra Ajak Masyarakat Lawan Virus Corona
Akibat memasukkan oposisi, Rocky Gerung mengatakan kini pemerintah tidak tahu apakah yang mereka lakukan benar atau salah, karena tidak ada oposisi yang menjadi pengawas dan pemantau pemerintah.
"Jadi dia enggak tahu lagi ini matang apa busuk," ujar Rocky Gerung.
"Kalau ada oposisi pemerintah bisa tahu, oh saya membusuk, oleh karena itu saya perlu perbaiki nutrisi."
"Karena enggak ada oposisi ,maka seluruh sinyal pembusukan itu enggak bisa dibaca oleh pemerintah," lanjutnya.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-2.30:
* Rocky Gerung Ungkap Alasan Selalu Salahkan Jokowi
Rocky Gerung merupakan sosok yang dikenal kerap mengkritik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Banyak kebijakan Jokowi yang mendapat kritikan keras dari Rocky Gerung, mulai dari penyusunan Kabinet Indonesia Maju, hingga pemindahan Ibu Kota.
Rocky Gerung akhirnya ungkap alasan dirinya sering mengkritisi Jokowi, dan disebut selalu saja menyalahkan pria yang menjabat sebagai RI 1 itu.
Dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (9/3/2020), awalnya Hersubeno Arief selaku presenter Rocky Gerung Official, menanyakan kepada pria berinisial RG itu apa alasannya selalu saja menyalahkan presiden kelahiran Solo tersebut.
• Kondisi Terkini Wakil Wali Kota Bandung dan Bupati Karawang Setelah Positif Corona dan Diisolasi
• 4 Provinsi Ini Bakal Terima Dampak Buruk Virus Corona, Bocoran dari Presiden Jokowi, Bagaimana NTT?
"Kenapa sih anda selalu melihat seolah-olah Presiden Jokowi itu salah melulu enggak ada benarnya," tanya Hersubeno pada Rocky Gerung.
Rocky Gerung memberikan jawaban singkat, bahwa dirinya memang melihat Jokowi selalu salah.
"Kalau saya lihat sebaliknya saya berbohong jadinya kan," katanya sambil tertawa.
Ia mengakui selama ini Jokowi tidak pernah menghasilkan prestasi apapun.
"Karena itu yang diperlihatkan dari hari ke hari," ujar Rocky Gerung.
Jokowi mengusung konsep transportasi masa depan di Ibu Kota baru, kendaraan yang mampu bergerak secara otomatis tanpa perlu disetir, Rabu (15/1/2020) (YouTube Sekretariat Presiden)
Kemudian Hersubeno kembali menanyakan apa yang akan Rocky Gerung lakukan apabila Jokowi berhasil menunjukkan prestasinya.
Tanpa ragu, Rocky Gerung mengatakan akan mengakui prestasinya, bahkan mengadakan survei untuk memastikan Jokowi menjadi presiden terbaik se Asia Pasifik.
"Kalau dia melakukan sesuatu melampaui tugasnya, pasti saya akan organisir survei untuk memuji Jokowi, bahwa Jokowi memang bukan sekadar lebih hebat dari Bung Karno, tapi lebih hebat dari semua presiden di Asia Pasifik," kata Rocky Gerung menyinggung survei kepemimpinan yang pernah menampilkan bahwa Jokowi berada di atas Soekarno.
Namun pada kenyataannya, Rocky Gerung menyebut bahwa Jokowi tidak pernah menunjukkan prestasi.
"Tapi udah saya tunggu lama enggak ada satu pun, credits yang bisa saya tambahkan pada Beliau," katanya.
Rocky Gerung mengakui dirinya bukan tidak suka secara pribadi terhadap Jokowi.
• Pandemi Covid-19 atau Virus Corona, Paus Fransiskus Ajak Umat Doa Bersama, Ini Doa dan Jadwalnya
• Kondisi Terkini Wakil Wali Kota Bandung dan Bupati Karawang Setelah Positif Corona dan Diisolasi
Hal yang ia tidak senangi adalah kebijakan yang menurutnya dibuat secara asal-asalan.
"Saya kritik pada kebijakan yang dihasilkan oleh jalan pikiran yang dun*u," kata Rocky Gerung.
"Kita mesti sebut itu bertentangan dengan akal sehat, cara mengambil keputusan, cara menyimpulkan sesuatu," lanjutnya.
Kemudian Rocky Gerung memberikan beberapa contoh kebijakan yang menurutnya ngawur.
"Mulai dari urusan Corona, pemindahan Ibu Kota, macam-macam, penyusunan kabinet, janji segala macam," paparnya.
"Harus diucapkan bahwa presiden tidak ada di dalam wilayah yang patut diberi penghargaan karena cara mengambil keputusannya buruk," sambung Rocky Gerung.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-8.15:
Dijuluki Profesor Akal Sehat, Jawaban Tak Terduga Rocky Gerung Saat Ditanya IPK Semasa Kuliah
Akademisi sekaligus pengamat Politik Rocky Gerung memang hanya lulusan sarjana S1.
Namun demikian mantan dosen Universitas Indonesia ini oleh rekan-rekannya di kampus kerap dipanggil 'Profesor'.
Rocky juga dikenal sebagai orang yang terus mengkampanyekan 'Akal Sehat' dalam setiap kuliah umum yang dia ampuh.
Lalu bagaimana masa kuliah Rocky Gerung?
Dikenal dulunya sebagai mahasiswa yang kerap berpindah-pindah fakultas saat kuliah.
Sebelum menyelesaikan di jurusan Filsafat, Rocky disebut pendah menjajal sejumlah fakultas UI.
Di antaranya Fakultas Teknik, Psikologi, Ekonomi, Hukum dan Hubungan Internasional.
"Pokoknya separuh fakultas di UI saya pernah masuk," kata Rocky saat tampil di channel Youtube, Rijal Djamal beberapa waktu lalu.
Rocky mengaku meninggalkan Fakultas-fakultas itu bukan karena lelah belajar melainkan karena sudah memahi ilmunya.
"Jadi saya bukan di-DO tapi men-DO kan fakultas itu," katanya.
Lantas apa jawan Rocky saat ditanya soal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saat kuliah dulu.
"Saya tidak pernah tahu IPK saya berapa. Karena tdak penting. IPK itu kan akumulasi apa yang tertulis dan berapa paper yang kamu buat. Kalau kamu bikin seminar kan gak dihitung. itu soalnya," katanya.
Berikut videonya:
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Sempat Sebut Rezim Jokowi Akan Runtuh, Kini Rocky Gerung Sebut Kekurangan Presiden, Cek Video, https://makassar.tribunnews.com/2020/03/12/sempat-sebut-rezim-jokowi-akan-runtuh-kini-rocky-gerung-sebut-kekurangan-presiden-cek-video?page=all.
Editor: Rasni