Corona Virus di NTT
Operasi Gabungan Cegah Penyebaran Covid-19 di Labuan Bajo, Pasangan Muda-Mudi Disuruh Pulang
Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) gencar dilakukan di setiap daerah. Termasuk di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, apara
Penulis: Gecio Viana | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) gencar dilakukan di setiap daerah.
Termasuk di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, aparat gabungan Polsek Komodo, pihak Kecamatan Komodo dibantu anggota satuan Kompi 4 Brimob Batalyon B Pelopor, Manggarai Barat melakukan operasi, Senin (23/3/2020) malam.
Sebelum menggelar operasi, dilakukan apel bersama sekitar pukul 21.00 Wita, dan dipimpin Camat Komodo, Imran dan Kapolsek Komodo, Ipda Royke Weridity.
Operasi yang digelar selama 3 jam hingga Selasa (24/3/2020) dinihari tersebut menyasar sejumlah titik keramaian berkumpulnya warga dan Tempat Hiburan Malam (THM) seperti pub, karaoke dan panti pijat.
• Minum Chloroquine untuk Obati Corona, Pasien Virus Covid-19 Ini Malah Meninggal Dunia, Istri Kritis!
Saat melakukan operasi di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, tim gabungan sempat menemukan muda-mudi yang tengah berpacaran.
Aparat dengan tegas menyampaikan imbauan pemerintah terkait social distance dan berkumpul di tengah keramaian ditengah merebaknya Covid-19 kepada pasangan yang bermesraan di area peti kemas pelabuhan.
Mereka pun diarahkan aparat untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.
"Nanti pacaran lewat hp saja ya,. Jadi pacaran lewat online," kata seorang anggota kepada muda-mudi tersebut.
Sementara itu, di tempat yang sama juga ditemukan sejumlah orang yang tengah menenggak minuman keras lokal jenis 'sopi'.
• Akhirnya Semua Pemain Persib Bandung Diliburkan, Markas Maung Disemprot Disinfektan, Simak YUK
Mereka duduk membentuk lingkaran sambil menikmati miras hingga diminta untuk berhenti miras dan kembali ke rumah masing-masing.
Aparat gabungan kembali memberikan sosialisasi terkait arahan pemerintah dan mengingatkan pentingnya berada di rumah masing-masing demi pencegahan penyebaran virus Corona.
Sebelumnya, operasi yang digelar di Wisata Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo juga menyita perhatian masyarakat sekitar.
Pasalnya, beberapa penjual masih menjajakan dagangannya dan masih terlihat keramaian.
Kepada para penjual, aparat gabungan memberitahukan imbauan pemerintah dijalankan secara bersama.
"Jika tidak penting, di rumah saja," kata Camat Komodo, Imran di lokasi.
Para pedagang sempat berbincang dengan Camat Komodo dan Kapolsek Komodo terkait adanya keramaian di daerah tersebut.
Namun demikian, para pedagang menilai bahwa belum ada imbauan untuk aktivitas pedagang dihentikan.
Sehingga, saat aktivitas jual-beli dilakukan, dipastikan akan adanya kerumunan warga.
"Kalau hindari kerumunan susah, karena yang datang pasti grup," kata Bapa Putra (53) selaku penjual.
Bapa Putra melanjutkan, jika imbauan pemerintah untuk penghentian sementara aktivitas jualan dikeluarkan, maka pihaknya pun akan menaati imbauan tersebut.
"Selagi tidak ada (imbauan), kami pelan-pelan cari hidup," ujarnya.
Selanjutnya, tempat keramaian yang biasanya dijumpai banyak kerumunan tidak luput dari operasi di antaranya Puncak Waringin, Taman Kampung Air, Marcelodge, Esperanza,Mawar Jingga, Cleopatra, Santigi Bar dan karaoke.
Selain membubarkan kerumunan warga, di tempat hiburan malam, aparat gabungan memberikan arahan dan sosialisasi baik kepada pemilik dan para pengunjung.
Dalam arahannya sebelum melakukan operasi, Camat Komodo, Imran menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari pengawasan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19.
"Kegiatan ini merupakan pengawasan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat agar kalau bisa di rumah saja,"ungkapnya.
Diakuinya, penyebaran Covid-19 harus diputus sehingga dapat memproteksi warga dari ancaman virus mematikan ini.
Dikesempatan yang sama, Kapolsek Komodo, Ipda Royke Weridity mengingatkan anggota harus bertindak profesional dan proporsional saat menemukan warga yang tidak kooperatif.
Menurutnya, persoalan Covid-19 merupakan persoalan bersama secara global dan nasional dan butuh kerja keras semua pihak untuk memeranginya.
"Jaga kekompakan dan tetap senyum, sapa, salam. Itu yang utama," tegasnya.