Virus Corona

Kisah Pilu Perawat Diusir dari Kos karena Bekerja di RS Rujukan Virus Corona, PPNI Bereaksi Keras

Kisah Pilu, seorang perawat yang bertugas di sebuah rumah sakit rujukan Virus Corona harus terusir dari kamar kosnya karena dianggap tularkan Covid-19

Kisah Pilu Perawat Diusir dari Kos karena Bekerja di RS Rujukan Virus Corona, PPNI Bereaksi Keras
(REUTERS/LA7 PIAZZAPULITA)
Staf medis mengenakan pakaian pelindung berada di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Cremone, utara Italia, dalam video yang ditayangkan 5 Maret 2020. Italia saat ini menerapkan karantina dikarenakan merebaknya virus corona. 

Kisah Pilu Perawat Diusir dari Kos karena Bekerja di RS Rujukan Virus Corona, PPNI Bereaksi Keras

 
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kisah Pilu Perawat Diusir dari Kos karena Bekerja di RS Rujukan Virus Corona, PPNI Beri Reaksi Keras
Di kala para petugas medis bertarung nyawa menyelamatkan masyarakat dari virus corona, seorang perawat yang bertugas di RS Persahabatan, yang menjadi rumah sakit rujukan nasional penanganan virus corona (COVID-10), mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
Perawat itu harus terusir dari kamar kosnya oleh masyarakat sekitar karena dianggap dapat menularkan virus corona.
Terang saja, kabar ini mendapat reaksi keras dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ).

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah menjelaskan, ada perawat dan tenaga kesehatan yang diusir dari tempat kostanya karena ditakutkan menularkan virus.

Laporan terkait adanya perawat yang diusir dari kostannya itu diterima pihak Persatuan Perawat Nasional sejak Minggu, 2 Maret 2020 lalu.

Saat ini perawat yang disuir dari rumah kos tersebut untuk sementara waktu mengungsi dan tinggal di Rumah Sakit Persahabatan.

"Sehingga perawat dan dokter itu sekarang yang saya dapat informasinya dan sudah saya tanya kembali mereka sedang menginap di rumah sakit," ucap Harif.

UPDATE CORONA NTT - 1 PDP Corona Labuan Bajo Meninggal, Jumlah ODP Covid-19 Seluruh NTT 130 Orang

Harif menyebutkan pihak rumah sakit sedang berkoordinasi mencari tempat tinggal yang layak untuk perawat yang diusir.

"Sementara ini pihak rumah sakit sedang mencarikan tempat ya," ungkap Harif.

Selain dari lingkungan tempat tinggal, ada beberapa stigma negatif lainnya yang diterima perawat terkait COVID-19 seperti sulit mendapatkan perawatan maupun stigma negatif dari keluarga. 

Namun Hanif mengatakan itu baru kabar mulut ke mulut saja, ia harus melakukan konfirmasi lebih detil lagi.

"Saya sedang konfirmasi misalnya perawat yang satu ruangan dengan perawat yang positif berobat ke rumah sakit lain, enggan diterima menerima jadi stigma dari tenaga kesehatan dan ada anak dan suami yang merasa khawatir tapi saya masih konfirrmasi tapi kalau rs persahabatn sudah betul ada," ujar Harif.

5 ODP di Ende Diduga Berkaitan Corona Virus

Harif meminta masyarakat untuk berhenti memberikan stigma negatif terhadap petugas medis yang menangani virus corona. (*)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved