Corona Virus di NTT

Terkait Corona, APD Terbatas RSUD Ende Borong Jas Hujan di Pasar

Bersamaaan dengan kian merebaknya virus Corona di tanah air saat ini di berbagai rumah sakit tengah kekurangan alat pelindung diri

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Direktris RSUD Kabupaten Ende Aries Dwi Lestari saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Kantor DPRD Ende, Senin (16/3/2020). 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bersamaaan dengan kian merebaknya virus Corona di tanah air saat ini di berbagai rumah sakit tengah kekurangan alat pelindung diri (APD) terutama bagi tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam menangani kasus virus Corona (Covid-19).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ende yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Ende untuk tiga Kabupaten, Ende, Ngada dan Nagekeo, tengah berupaya mengatasi kekurangan APD tersebut.

Wabah Corona Terjang Wilayah Brazil, Esteban Pemain Persib Bandung Pantau Kondisi Keluarga, Info

Direktris RSUD Ende Aries Dwi Lestari mengatakan, siap tidak siap pihaknya harus siap sebab telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Polda NTT Akan Tindak Tegas Kerumunan Massa di Tempat Publik 

"APD kita terbatas tetapi kita harus bisa menyediakan mengakali itu, kita buat sendiri APD, sebisa mungkin kita buat APD sesui standar," ungkap dr. Aries saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Kantor Bupati Ende usai mengikuti rapat gugus tugas mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona, Senin (23/3/2020).

dr. Aries mengatakan, mereka sudah memborong jas hujan di toko-toko dan di pasar Ende untuk antisipasi jika pakaian linen yang biasa digunakan untuk operasi yang tinggal tersisa 27 buah di RUSD Ende habis.

Selain jas hujan mereka juga membeli bando, mika (masker wajah dari plastik), penutup kepala dari perlak, kaos tangan dan sepatu boat.

"Untuk menangani satu pasien saja oleh enam perawat, dua dokter dan dua yang shift kerja artinya kita membutuhkan 10 APD untuk satu hari, nah dia dirawat selama empat belas hari berarti 140 APD, sementara kita juga menjadi rumah sakit rujukan untuk Kabupaten Ngada dan Nagekeo," ungkapnya.

Menurutnya di tengah problem keterbatasan APD pihak rumah sakit akan terus berkoordinasi dan komunikasi dengan pemerintah.

"Kita terus koordinasi, saat ini kita mendapat kesempatan melogin kebutuhan APD ke Kementerian Kesehatan kesehatan sekitar empat ribu, tetapi kita sendiri harus bisa mengakali kondisi saat ini," jelasnya.

Area lampiran

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved