Satu Warga Sumba Masuk ODP, Pernah Dirawat Sebulan di Malaysia, Simak Info Terkini 

Seorang warga Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) atas nama Maria alias MTI kini menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan) setelah menunjukkan gejala mir

Editor: Ferry Ndoen
Istimewa
Pasien MTI saat dibawa dengan kursi roda saat turun dari penerbangan Kupang Tambolaka pada Senin (23/3/2020) sore.  Foto 2 Kepala Dinas Perhubungan NTT Ishak Nuka       2 Lampiran    

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Seorang warga Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) atas nama Maria alias MTI kini menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan) setelah menunjukkan gejala mirip penderita Corona. 

Perempuan yang mengaku sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di negeri Jiran itu langsung dirujuk ke RS Caritas Weetebula usai diperiksa oleh tim terpadu di Posko TMC Bandara Tambolaka pada Senin (23/3/2020) sore. 

Karo Humas Pemprov NTT Dr Marius Jelamu ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM pada Senin malam membenarkan informasi tersebut. 

Ia mengatakan, pasien tersebut kini sedang dalam pengawasan karena memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan mengalami keluhan batuk, sesak napas dan lemas.

Terkait riwayat dan kondisi MTI, Kepala Dinas perhubungan NTT Ishak Nuka menambahkan bahwa penumpang tersebut melakukan penerbangan dengan maskapai Wings Air dari Kupang dengan tujuan Tambolaka pada Senin. Dalam perjalanan itu, perempuan asal Kodi Kabupaten SBD itu duduk di kursi 3F.

Cegah Corona Bupati Sumba Tengah Keluarkan SE

Sebelumnya, kata Nuka, MTI melakukan perjalanan dari Malaysia ke Kupang via Bandara Cengkareng Jakarta dan Bandara Ngurah Rai Bali pada Minggu (22/3/2020).

"Saat dilakukan pemeriksaan suhu tubuh ketika tiba di Posko TMC Tambolaka, bersangkutan diketahui suhu tubuhnya 36,7'. Sebenarnya suhu badan yang tersebut normal karena belum sampai 38'," kata Nuka. 

Namun karena kondisi yang bersangkutan terlihat lemas saat turun, berkeringat dan disertai sesak nafas maka oleh petugas dibantu dengan kursi roda. 

Saat diwawancara oleh petugas, kata Nuka, yang bersangkutan mengaku mengalami batuk berdakwah sejak tiga hari terakhir dengan kondisi tubuh lemas disertai sesak nafas. 

"Yang bersangkutan menjelaskan bahwa dia pernah dirawat di RS Malaysia selama satu bulan dengan diagnosis skizophrenia (gangguan jiwa)," kata Nuka. 

Karenanya, sebagai tindak lanjut, tim di TMC berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan SBD dan melakukan rujukan ke RS Caritas SBD menggunakan ambukans. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) karena gejala tersebut dan baru datang di luar negeri," jelas Nuka.

Ia mengatakan, terkait tindak lanjut secara medik akan diambil kemudian berdasarkan perkembangan. Apakah akan diambil sampel untuk dikirim ke Labkes di Jakarta atau tidak. 

"Hasilnya, nanti kita lihat dulu perkembangan. Apakah diambil sampelnya atau tidak. Jadi untuk sementara lihat perkembangan nanti keputusan kita serahkan ke dinas kesehatan," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved