Terdakwa Mendadak Sakit, Sidang Korupsi Kredit Fiktif Bank NTT Ditunda

Sidang lanjutan perkara korupsi Kredit Fiktif Bank NTT untuk terdakwa Linda Liudianto dan Hadmen Puri akhirnya ditunda.

Terdakwa Mendadak Sakit, Sidang Korupsi Kredit Fiktif Bank NTT Ditunda
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Sidang perkara korupsi Kredit Fiktif Bank NTT yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sidang lanjutan perkara korupsi Kredit Fiktif Bank NTT untuk terdakwa Linda Liudianto dan Hadmen Puri akhirnya ditunda.

Penundaan sidang diputuskan oleh Ibu Kholik yang memimpin sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi perkara tersebut pada Senin (23/3/2020) siang.

Pada sidang lanjutan yang dimulai pada pukul 13.00 Wita, salah satu terdakwa, Hadmen Puri dinyatakan sakit sehingga tidak dapat mengikuti sidang. Informasi tersebut disampaikan melalui surat yang ditandatangani Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Kupang, Yohanes Varianto, A.Md., IP., SH kepada Ketua Pengadilan Tipikor Kupang tertanggal 23 Maret 2020.

Pastikan Stok Beras Aman, Anggota DPR RI Ansy Lema Utus Dua Stafnya ke Gudang Bulog NTT

Meski satu terdakwa lainnya, Linda Liudianto hadir, namun hakim memutuskan untuk melakukan penundaan terhadap sidang hingga Senin, 30 Maret 2020 mendatang.

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum rencananya menghadirkan tiga saksi yang terdiri dari Lorits Male selaku petugas transaksi, Gerald Rohi selaku analis dan Herjuno Oematan selaku Officer Administrasi dan keuangan pada Bank NTT KCU Kota Kupang.

RSUD Kabupaten Ende Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Untuk Ngada dan Nagekeo

Penuntut Umum, Hendrik TIP, mengatakan tetap menghormati keputusan majelis hakim terkait penundaan tersebut. Pihaknya, lanjut Hendrik, mengikuti mekanisme yang disepakati dalam sidang.

Selain Hendrik Tip, kuasa hukum terdakwa Linda Liudianto, Farida Wulandari pun tidak mempermasalahkan penundaan sidang oleh hakim. Ia mengatakan, hal tersebut merupakan hal yang manusiawi. Penundaan tersebut, kata Linda, tidak mempengaruhi proses peradilan dalam kasus tersebut.

"Terdakwa Hadmen Puri lagi sakit, sehingga sidang ditunda. Tetapi itu tidak mempengaruhi, karena ini baru saksi pertama," ujar Farida yang mendampingi Linda bersama Edi Makandolu.

Kuasa hukum Hadmen Puri, Fransisco Bernardo Bessi membenarkan kondisi kliennya. Ketika dihubungi POS-KUPANG.COM pada Senin siang, ia menjelaskan kliennya dalam kondisi sakit.

"Klien kami dalam keadaan sakit sehingga tidak dapat mengikuti persidangan hari ini," ujar Fransisco.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim medis Rutan Kelas IIB Kupang, kliennya didiagnosa mengalami asam urat tinggi. Selain ketidakhadiran terdakwa, hakim Wari Juniarti juga berhalangan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved