Hyronimus Fernandez: Doubling Time Period Virus Corona Makin Pendek Kegiatan Massal Harus Dicegah

Upaya pencegahan penyebaran virus corona terus digalakkan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat

Hyronimus Fernandez: Doubling Time Period Virus Corona Makin Pendek Kegiatan Massal Harus Dicegah
POS-KUPANG.COM/Dokumen Pribadi
Ahli Kesehatan Masyarakat, Dr. dr. Hyronimus Fernandez 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Upaya pencegahan penyebaran virus corona terus digalakkan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Di beberapa wilayah, pencegahan tersebut dilakukan dengan mekanisme lockdown. Berdasarkan himbauan pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang, juga dilaksanakan mekanisme isolasi mandiri virus corona.

Namun demikian, setelah ditetapkan, sebagian masyarakat belum sepenuhnya mengikuti himbauan sebagai bagian upaya pencegahan penyebaran (penularan) virus yang pertama kali muncul di Wuhan itu.

Prajurit TNI laksanakan Karya Bakti, Tangkal DBD dan Cegah Penyebaran Corona

Ahli Kesehatan Masyarakat, Dr. dr. Hyronimus Fernandez kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan, saat ini kita tengah berada dalam satu kondisi darurat. Oleh karena itu, seluruh masyarakat dan semua elemen harus mengikuti arahan yang dibuat pemerintah.

"Kita ada dalam situasi darurat jadi kita ikuti arahan pemerintah, situasi seperti ini, baik dari gereja, partai politik, organisasi profesi atau apapun serta masyarakat harus ikut, ini situasi darurat," tegasnya.

Ia mengatakan, seharusnya seluruh elemen masyarakat menjalankan himbauan pemerintah untuk isolasi mandiri Corona dengan tidak keluar rumah jika tidak perlu. Pasalnya, banyak masyarakat yang belum tertib dan belum mengikuti himbauan tersebut.

Masyarakat Jangan Panik, Pemkab Manggarai Bentuk Komando Pencegahan dan Penanganan Corona

"Banyak kita belum tertib, belum ikut, jadi sudah saatnya itu dibuat perintah bukan himbau, negara dalam keadaan darurat jadi keselamatan ditentukan oleh disiplin diri," beber Fernandez.

Ia mengatakan, apapun alasannya, kegiatan yang bersifat massal harus dicegah dan tidak dilaksanakan untuk sementara waktu. Hal ini dikatakannya, karena doubling time Period akan terjadi dan waktunya makin pendek.

"Minggu depan doubling time makin pendek, periode 2 kali lipat akan makian singkat, jadi kegiatan massal seperti pesta, kumpul warga harus dicegah," tambahnya.

Di saat seperti itu, lanjut Fernandez, tingkat resiko penularan akan tinggi sekali. Hal itu dijelaskannya karena orang tidak tahu siapa yang sudah terpapar dan pada saat yang sama bisa tetap menularkan ke orang lain.

"Karena kita tidak tahu siapa yang kena, karena tidak menampakan secara kasat mata, orang bahkan tidak tahu bahwa dia sudah kena, jadi saat bergaul seperti biasa tetapi bisa sembari tetap menularkan," kata Fernandez.

Ia juga mengapresiasi langkah berani dan tegas Keuskupan Larantuka bersama Pemda Flores Timur yang memutuskan untuk tidak mengadakan prosesi Semana santa tahun ini. Hal itu dipandang sebagai tindakan konkret gereja dan pemerintah daerah dalam upaya mencegah Virus Corona.

"Sudah betul kalau memang Pemda dan Keuskupan sepakat untuk tidak mengadakan, tidak apa apa. Ya, itu bagian ritual. Intinya tidak disitu, sudah lama kita terlalu memperhatikan kulit sudah saatnya kita berdiam diri untuk melihat hakikat," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah menertibkan moda transportasi umum untuk sementara waktu dalam rangka pencegahan dimaksud..

"Seharusnya Angkutan umum tidak boleh jalan menurut saya, untuk sementara, simulasi yang dibuat kita harus benar benar tertib untuk isolasi mandiri," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved