Batalkan Semana Santa 2020 karena Virus Corona, Gubernur NTT Apresiasi Keuskupan Larantuka

Batalkan Semana Santa 2020 karena virus corona, Gubernur NTT apresiasi Keuskupan Larantuka

Batalkan Semana Santa 2020 karena Virus Corona, Gubernur NTT Apresiasi Keuskupan Larantuka
ISTIMEWA
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat 

Batalkan Semana Santa 2020 karena virus corona, Gubernur NTT apresiasi Keuskupan Larantuka

POS-KUPANG.COM - Gubernur  NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi Keuskupan Larantuka dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur ( Pemkab Flotim) yang memutuskan membatalkan kegiatan Semana Santa 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, DR Jelamu Ardu Marius, MSi di Kupang, Minggu (22/3/2020).

Lima ODP Corona di NTT Dirawat

"Kepada sejumlah keuskupan yang pada hari ini dan minggu depan melakukan ibadah melalui streaming. Pemerintah NTT juga beri apresiasi kepada Ketua Sinode GMIT yang telah membantu melakukan pencegahan dengan mengurangi kerumunan orang," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Viktor sudah mengimbau agar perayaan Semana Santa untuk sementara waktu hanya dihadiri oleh umat setempat. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayah tersebut.

Juru Bicara Pemerintah: Obat Corona dengan Resep Dokter

Pemerintah Kabupaten Flotim juga mengapresiasi keputusan Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung. Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli menyebut keputusan itu luar biasa dan sangat bijaksana.

"Saya sedih dan haru, tetapi sungguh mulia keputusan Bapak Uskup Larantuka. Keputusan yang sangat bijaksana mengorbankan Semana Santa demi keselamatan umat manusia khususnya masyarakat Flotim dan Indonesia pada umumnya dari virus Corona yang mematikan ini," kata Agus Boli ketika dihubungi via telepon, Minggu (22/3) malam.

Agus Boli mengaku sudah mendapat pemberitahuan mengenai pembatalan Semana Santa dari pewaris tahta Kerajaan Larantuka, Don Martinus DVG yang ikut hadir dalam pertemuan.

Menurut Agus Boli, pembatalan perayaan Semana Santa sebagai wujud dukungan gereja lokal Keuskupan Larantuka dan Kerajaan Larantuka serta suku-suku pemilik devosi Semana Santa terhadap upaya pemerintah melawan virus Corona dengan metode social distancing.

"Keputusan yang sangat luar biasa dan bijaksana karena gereja dan pemilik devosi Semana Santa yakni suku-suku semana mengambil peran aktif bersama pemerintah mencegah pandemik virus Corona," puji Agus Boli.

Belajar dari kasus di Italia, demikian Agus Boli, kematian yang tinggi akibat virus Corona karena masyarakatnya lalai bahkan melawan sikap pemerintah terkait social distancing.

Ia mengajak warga Flotim dan Indonesia bersatu melawan virus Corona dengan patuh pada keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk melindungi segenap jiwa raga rakyat.

"Keputusan ini menunjukan bahwa sesungguhnya kita beriman tidak saja berdasar rasa, tetapi juga berdasar rasio yakni credentes autem salvus erit yang artinya kita beriman yang menyelamatkan umat manusia. Pemerintah berterima kasih kepada Bapak Uskup Larantuka dan pewaris Kerajaan Larantuka Bapak Don Martinus DVG bersama suku-suku semana atas keputusan yang bijak dan sejalan dengan sikap pemerintah ini," imbuh Agus Boli. (yel/ius)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved