Anggota DPRD TTS Tantang Pastor Berduel, Ini Komentar Mahasiswa Katolik

Anggota DPRD TTS Tantang Pastor Berduel, Mahasiswa Katolik : Tindakan Yang Tidak Pantas Ditiru

Anggota DPRD TTS Tantang Pastor Berduel, Ini Komentar Mahasiswa Katolik
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng 

Anggota DPRD TTS Tantang Pastor Berduel, Mahasiswa Katolik : Tindakan Yang Tidak Pantas Ditiru

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Seorang oknum anggota DPRD TTS dilaporkan ke Polisi lantaran melakukan penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan kepada Pastor Kapelan di Stasi St. Dominikus Noemuke.

Hendrik Babys, oknum anggota dewan dari Fraksi Nasdem TTS tersebut disebut mengeluarkan kata-kata kotor, mengajak duel dan mengusir Romo Yeremias dari Noemuke, Timor Tengah Selatan.

Hyronimus Fernandez: Doubling Time Period Virus Corona Makin Pendek Kegiatan Massal Harus Dicegah

Karena tak terima dengan perbuatan anggota dewan tersebut, Romo Yeremias ditemani umat Kapela Noemuke dan Pater Damianus Tasaeb, CMF melaporkannya ke Mapolres TTS pada Sabtu (21/3/2020).

Peristiwa tersebut mendapat reaksi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Kupang St Fransiskus Xaverius (PMKRI Cabang Kupang).

Prajurit TNI laksanakan Karya Bakti, Tangkal DBD dan Cegah Penyebaran Corona

Kepada POS-KUPANG.COM pada Minggu (22/3/2020), Ketua PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng menyayangkan sikap arogan wakil rakyat tersebut. Oswin menyebut, apa yang dilakukan anggota dewan dari Fraksi Nasdem dengan mengeluarkan kata-kata kasar serta mengajak "duel" terhadap pemimpin umat Romo Yeremias Yohanes Watimena adalah sikap dan tindakan yang tidak terpuji.

"Dia sebagai pejabat publik mestinya memberi teladan bagi sesama, baik ucapan maupun tindakan. Sebagai pejabat, apapun persoalan yang dihadapi seharusnya lebih arif dan bijaksana bukan menunjukan watak arogansi dan premanisme. Ini tindakan bar-bar yang tidak pantas ditiru," tegas Oswin.

Oswin mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Hendrik Babys itu justru mencoreng dan justru merusak citra lembaga dewan yang terhormat.

"Kami mengutuk keras dan meminta pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, umat, termasuk hirarki Gereja paling lambat satu kali dua puluh empat jam," kata Oswin.

Tindakan tersebut, kata Oswin, telah melukai hati, tidak hanya Romo sebagai korban melainkan seluruh masyarakat lebih khusus umat Katolik. Oleh karena itu, pihaknya mendorong dan mendukung penuh langkah-langkah yang sudah ditempuh.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved