Sabtu, 11 April 2026

Jumlah ODP Covid-19 di NTT, Kabupaten Ende Terbanyak

jangan panik dan tetap waspada terhadap virus Corona serta kritis membaca setiap berita atau informasi yang beredar terkait Corona.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dr. Munafatma dan Direktris RSUD Kabupaten Ende Aries Dwi Lestari dalam jumpa pers antisipasi Corona di Kantor Bupati Ende, Jumat (20/3/2020). 

Jumlah ODP Covid-19 di NTT, Kabupaten Ende Terbanyak

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kabupaten Ende menempati urutan pertama jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kadis Kesehatan Kabupaten Ende dr. Munafatma dalam jumpa pers di Kantor Bupati Ende, Jumat (20/3/2020) menyebut jumlah ODP Covid-19 di Ende mencapai 22 Orang.

Dihubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu (21/3/2020) terkait update data jumlah ODP, dr. Munafatma mengatakan update jumlah ODP akan disampaikan pada Senin (23/3/2020).

Sementara data ODP yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Sabtu (21/3/2020) dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, antara lain, Kota Kupang 14 orang, Lembata 2 , Sikka 14 orang, Mabar 7 orang, Kabupaten Kupang 1 orang, TTS sebanyak 3 orang, Manggarai Timur 1 orang, Flotim 4 orang, Kabupaten Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 2 orang, Belu 1 orang, Sumba Barat Daya 7 orang.

Sebelumnya diberitakan POS-KUPANG.COM, Saat ini di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau oleh Pihak Dinas Kesehatan Ende terdapat 22 orang dalam pemantauan (ODP) Corona (Covid-19).

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Munafatma dalam jumpa pers di Kantor Bupati Ende, Jumat (20/3/2020).

Munafatma meminta agar masyarakat jangan panik dan tetap waspada terhadap virus Corona serta kritis membaca setiap berita atau informasi yang beredar terkait Corona.

"Harus dipahami bahwa 22 ini merupakan ODP atau orang dalam pemantauan, belum tentu mereka ini positif Corona, kita pantau dan lakukan langkah-langkah preventif," ungkapnya.

Dia jelaskan, ODP maksudnya yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan di daerah yang positif Corona.

"Misalnya mereka yang baru pulang dari Jakarta, luar negeri, atau daerah lain yang positif Corona, tapi tidak serta merta mereka itu positif Corona, nah 22 Orang ini kami lakukan pemantauan," jelasnya.

Masih terkait ODP, lanjutnya, ia meminta agar masyarakat sadar, jika pernah melakukan perjalanan ke daerah positif Corona, maka perlu mengkarantina diri sendiri selama 14 hari dan melaporkan ke Dinas Kesehatan, Puskesmas atau Rumah Sakit.

"Selain itu kami juga minta pihak RT/RW agar berpartisipasi aktif mengimbau warga yang baru pulang dari daerah positif Corona agar mengkarantina diri, juga bisa laporkan ke Dinas, Puskesmas atau Rumah Sakit," ungkapnya.

Dia mengakui bahwa saat ini masker di Kabupaten Ende langka, namun persoalan tersebut bukan hanya di Ende, tetapi secara nasional.

"Begitu pula dengan hand sanitizer, langka, tapi kita sosialisasi untuk hand sanitizer bisa kita ganti, misalnya mencuci tangan dengan alkohol," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved