Inilah Data Sebaran ODP Corona di NTT

Inilah data sebaran kasus Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona/ Covid-19) di wilayah NTT

Inilah Data Sebaran ODP Corona di NTT
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Karo Humas dan Protokol Setda NTT, DR.Jelamu Ardu Marius, M.Si 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Inilah data sebaran kasus Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona/ Covid-19) di wilayah NTT. Sampai saat ini sudah ada 92 ODP di NTT yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di NTT.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, DR. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (21/3/2020) mengatakan, sesuai data dari Sekretariat Gugus Tugas Posko Covid-19 Provinsi NTT, yakni jumlah OPD di NTT saat ini sudah mencapai 92 orang.

Antisipasi Covid-19, Pemkab Lembata Hanya Buka Pelabuhan Lewoleba dan Bandara Wunopito

Marius ditunjuk secara resmi oleh Gubernur NTT sebagai juru bicara terkait masalah Covid-19.

Menurut Marius, sejak tanggal 18 Maret 2020 lalu hingga tanggal 20 Maret 2020 sudah ada 92 ODP yang tersebar di sejumlah daerah yang terdapat ODP.

Dia merincikan pada tanggal 18 Maret 2020 itu, data ODP baru ada di empat kabupaten dan kota, yakni di Kota Kupang sebanyak 14 orang, Kabupaten Lembata 2 orang, Manggarai Barat sebanyak 7 orang dan Kabupaten Kupang sebanyak 1 orang.

Wabah Virus Corona, Pelatihan Teknis dan Tematik Tetap Dilaksanakan

Sedangkan pada tanggal 19 Maret 2020, ODP di NTT tercatat di Kota Kupang sebanyak 4 orang, Sikka sebanyak 12 orang, Kabupaten Kupang 1 orang.

Pada tanggal 20 Maret 2020, di Kota Kupang sebanyak 16 orang, TTS sebanyak 3 orang, Manggarai Timur 1 orang, Flores Timur sebanyak 4 orang, Malaka sebanyak 1 orang, Alor sebanyak 1 orang, Sumba Timur sebanyak 2 orang, Belu sebanyak 1 orang, Sikka sebanyak 14 orang, Manggarai Barat sebanyak 1 orang dan Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 7 orang.

"Jadi sampai hari ini tercatat ada 92 ODP di NTT. Karena itu, kami tetap imbau kepada seluruh masyarakat NTT yang bepergian keluar daerah terutama ke daerah yang terinfeksi Covid-19 dan ketika kembali ke NTT harus mengisolasikan diri selama 14 hari," kata Marius.

Didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru, Marius mengatakan, mengisolasi diri itu demi kepentingan diri sendiri dan orang lain, karena itu, jangan ada yang meremehkan kondisi saat ini soal Covid-19.

"Kita jangan anggap remeh dan jangan berkelakar di media sosial soal hal ini. Karena ada hal mana yang kita serius tanggapi dan ada juga yang tidak," katanya.

Dikatakan, Pemerintah NTT terus mengimbau kepada seluruh warga NTT yang baru pulang melakukan perjalanan keluar daerah, terutama dari daerah terinfeksi Covid-19 agar mengisiolasi diri.

"Saya minta bagi mereka yang baru pulang itu tidak ke tempat umum, seperti pasar, gereja atau tempat keramaian lainnya. Bagi pejabat pemerintah, baik legislatif, yudikatif dan pejabat lainnya, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Kita tidak berspekulasi bahwa Covid-19 ini ada di daerah lain tapi ada di kita agar kita bisa secara bersama siapkan strategi untuk mencegah atau mengatasi," katanya.

Dia mengharapkan, masyarakat NTT jangan panik dan gelisah tapi waspada dengan mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah.

"Dengan kerjasama, kita menjaga kesehatan kita menjaga diri kita,maka kita juga menjaga kesehatan orang lain," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved