Pentabhisan Uskup Ruteng
Antisipasi Corona, Kardinal, Uskup, Imam dan Umat Periksa Suhu Tubuh Saat Pentabhisan Uskup Ruteng
Antisipasi Virus corona, Kardinal, Uskup, Imam dan imat periksa suhu tubuh saat Pentabhisan Uskup Ruteng
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Antisipasi Virus corona, Kardinal, Uskup, Imam dan imat periksa suhu tubuh saat Pentabhisan Uskup Ruteng
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Sebanyak 70 tenaga medis dikerahkan untuk memeriksa suhu tubuh para umat yang mengikuti penthabisan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr, Kamis (19/3/2020) pagi.
Puluhan tenaga medis ini berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dan berjaga di pintu masuk Gereja Katedral Ruteng, Manggarai, Provinsi NTT.
• Hendrik Selan Pimpin Desa Tublopo, Pilkades Antar waktu
Menggunakan Thermo Gun, setiap umat yang datang tidak lolos dari pengecekan suhu badan, bahkan para imam dan uskup yang berarak masuk ke gereja.
Usai memeriksa suhu tubuh, hasil pemeriksaan disampaikan kepada umat tersebut dan selanjutnya para umat diarahkan untuk menggunakan antiseptik.
"Mari ibu, biar steril," kata seorang petugas kepada umat sembari memberikan cairan antiseptik.
• Kepala BPPSDMP Kementan Tele Conference Pencegahan Covid-19
Pengecekan suhu tubuh dan pemberian cairan antiseptik ini digunakan dalam rangka mengantisipasi virus corona ( Covid-19).
Tidak hanya pemeriksaan di 4 pintu masuk, pemerikasaan sekali lagi dilakukan saat umat selesai mengikuti prosesi misa pada pukul 12.30 Wita.
"Umat diharapkan kembali melakukan pengecekan suhu tubuh dan menggunakan cairan antiseptik di pintu keluar gereja," tegas seorang panitia perayaan usai perayaan misa.
Terlihat para umat yang memenuhi gereja sangat tertib dalam mengantre hingga keluar gereja.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai sekaligus Ketua Seksi Kesehatan Misa penthabisan Uskup Ruteng, dr Yulianus Weng mengaku, bersyukur perayaan misa pentabhisan uskup dapat berjalan lancar dan umat pun kooperatif.
Hal yang dilakukan tersebut merupakan standar operasional prosedur (SOP) demi pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Corona.
"Ada 15 alat (Thermo Gun) yang kami gunakan, melibatkan sebanyak 70 orang melakukan pemeriksaan. Hand sanitizer pun ada sekitar 20an botol, dan masih ada sisa yang nantinya akan digunakan lagi saat di rumah jabatan," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak didapati satu pun umat yang memiliki suhu di atas 38 derajat Celcius.
"Puji Tuhan, satu pun (umat) tidak ada yang melebihi suhu 38 derajat dan berjalan aman," ungkapnya.