Gubernur NTT Batasi Keluar Masuk Warga ke Timor Leste

Cegah virus corona Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akan membatasi keluar masuk orang atau warga dari dan ke Timor Leste

Gubernur NTT Batasi Keluar Masuk Warga ke Timor Leste
POS KUPANG/ISTIMEWA
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat berkunjung di sumba 

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Cegah virus corona Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akan membatasi keluar masuk orang atau warga dari dan ke Timor Leste. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan hal ini usai rapat koordinasi di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Senin (16/3/2020).

Menurut Viktor, setelah mendengar masukan dari Konsulat Indonesia di Oekusi dan Konsulat RDTL di Kupang, maka tentu Pemprov NTT akan mempertimbangkan penutupan perbatasan.

Unipa Maumere Tunda Seminar Nasional dengan Kemenko Polhukam dan Perjalanan ke Jawa

"Tentu ada pertimbangan soal logistik, sehingga kita tidak akan membatasi,tetapi untuk orang kita akan batasi, " kata Viktor.

Dikatakan, selain mengantisipasi di perbatasan RI/NTT dan RDTL, pemerintah juga akan memperketat pengawasan di Labuan Bajo, Sumba Barat Daya (Tambolaka) dan kota Kupang.

"Lebih baik kita menangkal dari pada nanti sudah terjadi. Besok nanti akan ada rapat kelompok kerja (pokja) yang dipimpin oleh pak Sekda," katanya.

Rencana Penutupan Perbatasan NTT-Timor Leste, Ini Pendapat Konsulat Indonesia di Oekusi

Sementara dalam rapat bersama, Viktor juga mengatakan, rapat itu bertujuan untuk menyamakan persepsi untuk menjaga penyebaran virus corona atau Covid -19 tidak masuk ke NTT.

"Karena itu, seluruh langkah yang kita ambil adalah, kita harus mampu mengisolasi diri termasuk pemda agar virus tidak masuk. Karena kita tidak tahu kapan, siapa yang terkena virus ini," katanya.

Dikatakan, mengapa seperti itu, karena selama 14 hari, yang bersangkutan baik-baik saja. Jika mengalami panas, maka yang bersangkutan bisa saja meminum obat turun panas dan normal.

"Tetapi ketika masa inkubasi lewat dan terinfeksi baru kita tahu. Kehadiran kita di sini bukan kita takut Corona tapi kita siapkan jangan sampai di NTT terjadi maka jangan sampai kita dapat tangani. Jika 100 orang terinfeksi sama -sama maka kita tidak cukup miliki dokter dan ruangan perawatan untuk tangani," jelasnya.

Viktor mengatakan, cara yabg paling mudah adalah menutup diri, baik secara pribadi maulun organisasi daerah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved