Bupati Niga Ajak Peserta Rakerda Bangga Kencana Nonton Pasola

Drs. Agustinus Niga Dapawole mengajak peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bangga Kencana menonton pasola Wanukaka

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole bersama Gubernur NTT yang diwakili Asisten 2 Setda NTT, Semuel Rebo dijemput dengan tarian kataga. 

Bupati Niga Ajak Peserta Rakerda BanggaKencana Nonton Pasola

POS KUPANG.COM |WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole mengajak peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bangga Kencana menonton pasola Wanukaka, hari ini, Senin (16/3/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan tertulisnya menyebut saat ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tengah dihadapkan dengan dua isu penting yang menjadi pekerjaan besar yaitu upaya penurunan kemiskinan dan penanggulangan stunting.

Tidak heran dirinya sangat mendukung penuh adanya kegiatan Rakerda dalam upaya menyukseskan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BanggaKencana).

Demikian intisari sambutan dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Semuel Rebo sesaat sebelum membuka kegiatan Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) Provinsi NTT di aula Alfa Omega-Waikabubak, Jumat (13/3/2020) pagi.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, Inspektur wilayah II BKKBN Pusat, Agus Sapri, Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru, Dandim 1613 Sumba Barat, dan para peserta Rakerda dari 21 Kabupaten/Kota se- NTT dan para Mitra Petugas Kerja Lini Lapangan Program Banggakencana.

Dalam rilis yang dikirim Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sumba Barat, Ridho Samani kepada Pos Kupang.Com, Minggu (15/3/2020), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakanmoment ini merupakan moment emas baginya untuk bersilahturahmi dengan seluruh pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, baik tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, sampai di tingkat lini lapangan.

"Saya menyambut baik terlaksananya Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi NTT tahun 2020 ini sebagai bagian dari siklus perencanaan manajemen program dan peletak dasar arah kebijakan dan kegiatan tahun ini serta masa yang akan datang.

Hasil Rakerda ini akan sangat strategis untuk disinergikan dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi NTT 2018-2023 khususnya melalui Misi ke -4 yaitu "Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia,"katanya.

Terlebih saat ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tengah dihadapkan dengan 2 isu penting yang menjadi pekerjaan besar yaitu upaya penurunan kemiskinan dan penanggulangan stunting.

Baginya kemiskinan yang masih tinggi di NTT tidak lepas dari jumlah kelahiran yang masih tinggi khususnya pada keluarga miskin. Hal ini dapat dilihat pada indikator angka kelahiran total di Provinsi NTT yang tertinggi di Indonesia yaitu 3,4 anak per wanita usia subur dibanding dengan indikator nasional yakni 2,3 anak per wanita usia subur.

Pencapaian ini sebutnya masih jauh dari target ideal yang ingin dicapai yaitu 2,1 anak per wanita usia subur. Secara mikro, jumlah anak yang banyak pada keluarga kategori menengah ke bawah akan berdampak pada kemampuan keluarga itu sendiri dalam memenuhi hak-hak dasar anak diantaranya adalah hak untuk mendapatkan gizi yang cukup, hak untuk mendapatkan kasih sayang, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lain-lain.

Imbas dari semua hal tersebut di atas, tambahnya, terlihat dengan meningkatnya kasus stunting di daerah tersebut. Gubernur mendorong agar segenap pemerintah, baik di daerah maupun provinsi bisa mendukung penuh adanya dua agenda BKKBN yang berkaitan dengan data kependudukan yaitu Sensus Penduduk (SP) dan Pendataan Keluarga (PK).

Baginya Gubernur, dua agenda ini bisa menjadi wahana untuk melakukan intervensi program BanggaKencana dan program pembangunan lainnya.

"Saya mengimbau kepada segenap pemerintah daerah se- Provinsi NTT untuk mendukung dan menyukseskan Sensus Penduduk dan Pendataan Keluarga Tahun 2020 ini dengan sebaik-baiknya. Saya juga mengimbau kepada seluruh jajaran pengelola program BanggaKencana, baik provinsi maupun OPD KB kabupaten/kota se - Provinsi NTT, PLKB serta para mitra kerja bidang kependudukan dan KB sektoral maupun lembaga masyarakat agar dapat mengimplementasikan hasil Rakerda ini dengan sebaik-baiknya. Marilah kita bekerja sama secara sinergis dan bahu membahu, memastikan agar program BanggaKencana dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat sebesarnya bagi kesejahteraan rakyat NTT," katanya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved