Beban Berat Pengurus Askab PSSI Lembata yang Baru Dilantik
Sekretaris Umum Asprov PSSI NTT Lambertus Ara Tukan secara resmi telah melantik Pengurus Askab PSSI Kabupaten Lembata
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sekretaris Umum Asprov PSSI NTT Lambertus Ara Tukan secara resmi telah melantik Pengurus Askab PSSI Kabupaten Lembata periode 2019-2023 di Kompleks Pelabuhan Jeti Lewoleba, Sabtu (14/3/2020).
Pelantikan yang sebelumnya didahului oleh rapat kerja ini dianggap sebagai langkah awal pengurus Askab Lembata yang baru dilantik mengemban tugas dan tanggungjawab yang tidak mudah.
• Jaga Integritas dan Netralitas, Pengawas Kelurahan dan Desa di Manggarai Harus Bekerja Profesional
Ketua Askab PSSI Lembata Linus Beseng bahkan menyebutkan dalam tradisi Lamaholot prosesi pelantikan merupakan pemberi semangat supaya para pengurus bekerja selama empat tahun mendatang dengan semangat.
"Sebagai ketua terpilih, ini adalah satu beban yang berat bagi saya sebagai ketua untuk menahkodai PSSI Lembata empat tahun ke depan. Dalam organisasi, saya sadar urus sepakbola ini bukan hanya semangat tapi harus ada dukungan dana," ungkapnya.
• Ini Perkembangan Terbaru Tahapan Pilkada Manggarai 2020 dari KPU
Linus Beseng juga membahas soal dana hibah KONI bagi Askab PSSI Lembata dari dana APBD II.
Terkait hal itu, ke depan pihaknya akan lebih cepat memasukan proposal sehingga bisa mendapatkan anggaran dari pemerintah.
Linus membeberkan sejumlah prestasi tim Persebata Lembata di kancah sepakbola NTT. Beberapa di antaranya, juara tiga 2016 di Alor, lolos semifinal Piala Gubernur Tahun 2010 di Kupang dan juara Soeratin Cup di Alor.
"Ini tantangan sendiri bagi saya, apa bisa saya jadikan Persebata masuk lima besar di NTT. Kita semua bukan orang baru urus sepakbola," ungkap Linus.
Hal pertama yang perlu disiapkan, lanjutnya, adalah menjadi tuan rumah Soeratin Cup Tahun 2021.
Selain menjadi penyelenggara, Askab PSSI Lembata juga harus mempersiapkan tim supaya bisa meraih prestasi membanggakan dalam ajang Soeratin Cup tahun depan.
"Segala cara kita harus bisa juara," tegasnya disambut tepuk tangan para pengurus.
Linus berujar sebagai rencana jangka panjang, Askab Lembata bertekad membawa para pemain asal Lembata bergabung dalam tim PON NTT atau bahkan bergabung dalam klub profesional di Indonesia.
Untuk semua beban dan tanggungjawab itu, Linus meminta dukungan kita pengurus.
Sementara itu, Lambertus Ara Tukan, mengakui tantangan terbesar dalam mengurus sepakbola itu dana. Lambertus menerangkan sejak 1989 untuk cabang olahraga sepakbola NTT baru bisa mengikuti PON di Papua tahun 2020.
Namun hingga saat ini belum ada anggaran yang dikucurkan dari total Rp 30 miliar yang diusulkan.