Pasca Dua Balita Meninggal DBD di Nitakloang,PPNI Sikka ‘Gerebek’ Kampung Lakukan Bakti Sosial

uluhan anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sikka menggerebek pemukiman warga.

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Warga Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka Pulau Flores, Sabtu (14/3/2020) mendengarkan sosialisasi bahaya penyakit DBD yang disampaikan PPNI Sikka dalam bakti sosial dan nurse gathering di desa itu. 

Pasca Dua Balita Meninggal DBD  di  Nitakloang, PPNI  Sikka ‘Gerebek’ Kampung Lakukan Bakti Sosial        

POS-KUPANG.COM |MAUMERE--Pasca kematian dua  balita terserang  demam berdarah dengue    (DBD)  asal  Desa  Nitakloang, Kecamatan   Nita, 10 Km sebelah barat Kota Maumere di  Pulau, Flores,  Sabtu  (14/3/2020) pagi puluhan anggota Persatuan Perawat Nasional  Indonesia  (PPNI)  Sikka  menggerebek   pemukiman   warga.

Bersama-sama dengan warga setempat,  anggota PPN  memprakarsai  kerja  bakti  membersihkan sampah, membagikan  autan dan memberikan sosialisasi  kepada warga dan murid SD.

Anggota  PPNI  keluar  masuk kampung  dan dari rumah ke rumah memeriksa penampungan air  memastikan  keberadaan  jentik dan  membagikan  autan.  Dia setiap  rumah juga,  mereka  menyempatkan  diri  mengingatkan  warga  mewaspadai  DBD.

Sementara  warga setempat bahu-membahu membersihkan sampah di halaman  rumah dan  jalan  umum. Mereka  juga  masuk  kebun menebas  rerumputan liar dan  memeriksa   genang  air  di  dalam rumpun pisang.  

Ketua  PPNI  Sikka, Yohanes Bosco, S.Kep.Ns, kepada  POS-KUPANG.COM, menjelaskan   pemilihan  Desa  Nitakloang  dilakukan  bakti sosial  dan  nurse  gathering  karena  kasus dua  kematian DBD dan angka kesakitan  meningkat di minggu kesembilan dan ke-10.

“Dua kasus  kematian  ini yang mendorongkan  kami melakukan bakti sosial dan advokasi  kepada  masyarakat. Ratio kesakitanya memang kecil, tetapi  angka  kematian  tinggi,” kata  Os, sapaan  Yohanes   Bosco.

Apabila terjadi kasus kematian,kata Os, menandakan  di lokasi  itu  terdapat sarang nyamuk, meskipun  tidak  terdapat sumber air permanen. Namun  rumpun pisang dan   rimbunan  tanaman  kakao  bisa menjadi  sumber penularan  DBD.

Kepala  Desa Nitakloang, Damianus  Nurak, meski  tak  terdapat sumber air permanen, tetapi    tanaman  perkebunan  yang  tumbuh di pekerangan rumah dan  kebun-kebun  bisa menjadi sumber  penularan  DBD. Empat dusun di Desa Nitakloang dikelilingi  berbagai  tanaman perkebunan.

“Partisipasi   PPNI bersama warga  masyarakat  hari ini lumayan untuk terlibat bakti sosial.  Dua  kasus   kematian,  saya  harapkan menggugah warga meningkatkan  pola hidup bersih dan  sehat,”kata   Damianus mengapresiasi  prakarsa  PPNI  Sikka  dalam  bakti sosial ini.

Soal Wacana Gubernur NTT akan Tutup Perbatasan, Begini Komentar Bupati TTU

Puskemas Pariwisata Akan Dibangun di Kabupaten Manggarai Barat

Gading di Sikka Seharga Rp 500 Juta Digasak Maling

TERLALU! Bapak Tiri Lecehkan Gadis ini Sejak SD, Sampai Disetrum , Reaksi Ibunya Bikin Gemas

Camat Nita,  Edison,  mengatakan  keseluruhan kasus  DBD sejak  bulan Januari sampai Maret sebanyak  155 penderita  dengan  dua korban  meninggal. Kedua kematian  anak ini,  kata Edison, tak semata  menderita  serangan  DBD,  namun  juga  penyakit  bawaan yang lain. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius  Mo’a).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved