Bidan Desa Jadi Penjabat Kades di Lembata
Seorang bidan desa di Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Maria MP Bungan dilantik menjadi penjabat kades
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Seorang bidan desa di Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Maria MP Bungan dilantik menjadi penjabat kades oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama lima orang penjabat kepala desa lainnya di Aula Kantor Camat Atadei, Rabu (11/3/2020).
Perempuan berusia 30 tahun ini merupakan satu-satunya perempuan dan perempuan pertama yang menjadi penjabat kepala desa di Kabupaten Lembata.
Maria Bungan sudah 10 tahun mengabdi menjadi bidan desa dan bertugas di Desa Dulir.
• Mengintip Obyek Wisata Primadona Batu Payung Beach di Desa Baopana Lembata
Maria mengatakan, sejalan dengan arahan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang fokus pada pengembangan potensi desa, maka untuk desa Dulir dirinya akan mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Hal ini menurutnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal dalam menggali potensi usaha perikanan yang bisa menunjang perekonomian desa dengan tujuan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan di desa.
Badan usaha tersebut, lanjutnya, bisa berkonstribusi bukan hanya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa tetapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.
• 3.222 Warga NTT Terserang DBD, Terbanyak Kabupaten Sikka
Dengan dana desa yang besar, lanjut dia, desa dapat mengembangkan BUMDesnya dalam menggali potensi perikanan di Desa Dulir.
Bidan kelahiran Lewoleba, 19 Maret 1990 ini juga akan fokus pada pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan, serta pendekatan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Desa Dulir cukup jauh dari pusat kecamatan dan ibu kota kabupaten maka ke depannya kebijakan-kebijakan dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat akan ditingkatkan," terangnya ketika dihubungi, Kamis (12/3/2020)
Sebagai penjabat kepala desa perempuan, Maria juga akan fokus pada program pemberdayaan perempuan dan terus mensosialisasikan sadar gender pada perempuan desa.
"Perempuan punya hak untuk dihargai, diperjuangkan dan perlu dihormati. Peran perempuan diharapkan dapat memperkuat tata kelola desa sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat terwujud, terbangunnya strategi advokasi kebijakan dan anggaran desa untuk memastikan terpenuhinya pelayanan dasar yang berkualitas di desa," paparnya.
Terkait profesinya selaku bidan desa, Maria sendiri berjanji tetap akan terus melakukan pelayanan sebagai bidan selagi hal itu tidak bertentangan dengan jabatan barunya sebagai penjabat kepala desa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bidan-desa-jadi-penjabat-kades-di-lembata.jpg)