Bupati Niga Dapawole Minta Pensiunan ASN Kembalikan Kendaraan Dinas

Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole meminta para pensiunan ASN segera mengembalikan kendaraan dinas

POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Bupati Sumba Barat didampingi sekda Drs.Umbu Dingu Dedi, Ketua DPRD, Dominggus Ratu Come, Kepala Bappeda, Titus Diaz Liurai,S.Sos dan perwakilan Kodim 1613 SB pada acara forum kerja perangkat daerah di aula setda SB, Selasa (10/3/2020). 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole meminta para pensiunan ASN segera mengembalikan kendaraan dinas baik sepeda motor maupun mobil yang sampai saat ini masih dikuasainya.

Sebab kendaraan tersebut adalah kendaraan dinas milik pemerintah Sumba Barat. Setiap ASN yang sudah pensiun wajib mengembalikan kendaraan dinas dan bukan dibawah ke rumahnya sebagai harta miliknya.

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Antar Desa Rana Mbeling dan Golo Nderu di Manggarai Timur

Permintaan itu disampaikan Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dalam sambutannya pada acara forum kerja perangkat daerah di aula setda Sumba Barat, Selasa (10/3/2020).

Menurutnya, salah satu kendala, Sumba Barat belum pernah meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP)selama 61 tahun Kabupaten Sumba Barat terbentuk adalah soal aset milik pemerintah yang sampai saat ini dikuasai pensiunan ASN. Untuk itu, ia menghimbau pensiunan ASN yang masih menguasai kendaraan dinas untuk segera mengembalikanya.

Peserta JKN KIS Rasakan Manfaat Luar Biasa

Dalam kesempatan itu, Bupati Niga Dapawole, menceritkan perilaku salah seorang pensiunan ASN yang terus berupaya menggagalkan upaya penarikan kendaraan dinas oleh tim teknis pemkab Sumba Barat sebagaimana berlangsung beberapa waktu lalu. Oknum pensiunan guru itu mengetahui kalau hari itu, tim akan datang ke rumahnya untuk menarik motor dinas yang ada di rumahnya. Ia lalu, membongkar mesin motor dan menyembunyikanya dan hanya meninggallam body motor saja. Ketika ditanya tim, mana mesin motornya, ia mengatakan sudah rusak dan tidak tahu lagi keberadaanya. Mendapat jawaban demikian, tim memutuskan kembali dan tidak jadi menarik motor tersebut.

Namun demikian, pemerintah tidak.kehabisan akal dan terus memonitor pergerakan oknum pensiunan guru itu. Sebab berdasarkan informasi yang diterima masyarakat sekitar, oknum pensiunan itu biasanya pergi ke pasar atau urusan lain, selalu pergi malam hari yakni sekitar pukul 16.00 wita ke atas dengan menggunakan motor dinas itu. Jadi mesin motor dinas, dia sembunyi dan dipasang saat hendak pergi jauh. Jadi saat ini, bupati telah meminta tim memantu oknum pensiunan guru bersangkutan, bila kedapatan membawa motor tersebut, langsung mengamankan motor bersangkutan, tak peduli lagi dengan nasibnya, dengan apa kembali ke rumahnya, itu urusanya.

Karena itu, ia menghimbau pensiunan ASN agar mengembalikan kendaraan dinas demi tertib aset daerah juga memperlancar kegiatan pemerintahan. Sebab kendaraan tersebut dibutuhkan ASN yang sedang bertugas sekarang demi memperlancar pelayanan tugas kepada masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved