Kepsek SMA di Sumba Timur Minta Pemerintah Sosialisasikan Virus Corona ke Sekolah-Sekolah
Kepsek SMA di Sumba Timur minta pemerintah sosialisasikan virus corona ke sekolah-sekolah
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Kepsek SMA di Sumba Timur minta pemerintah sosialisasikan virus corona ke sekolah-sekolah
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Terkait protokol yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Pusat salah satunya di area pendidikan terkait pencegahan wabahnya virus corona, sejumlah sekolah di Kabupaten Sumba Timur belum menerapkannya.
Hal itu dikarenakan belum ada himbuan atau sosialialisasi dari Pemerintah terkait virus corona dan bagaimana cara pencegahannya.
• Jumlah Penerima KIP di Belu Bervariasi Setiap Tahap
Dalam protokol itu disebutkan agar setiap warga sekolah selalu mencuci tangan dan sekolah menyiapkan sarana dan prasarananya seperti sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di lokasi strategis sekolah. Selain itu, menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan dan lainya.
• Ternak Babi Mati di TTS Sudah Mencapai 985 Ekor
Kepala Sekolah SMA PGRI Waingapu, Rambu Mbangi Rawambaku, S.Pd ketika dikonfirmasi saat ditemui POS-KUPANG.COM di SMAN 2 Waingapu, Senin (9/3/2020) mengatakan, pihaknya belum menerapkan atau mengimplementasikan terkait protokol tersebut, pasalnya mereka belum mendapatkan sosialiasi terkait apa itu virus corona dan bagaimana cara pencegahan.
Menurutnya, seharusnya pemerintah juga harus membagikan surat edaran untuk mengimplementasikan itu dan juga harus mendapatkan sosisliasi dari dokter terkait dengan apa itu virus corona dan bagaimana cara pencegahanya.
Dra. Maria Yuliana Gella, S. Pd juga menyampaikan hal yang sama. Pihaknya belum menerapkan atau mengimplementasikan terkait protokol tersebut, pasalnya mereka belum mendapatkan sosialiasi terkait apa itu virus corona dan bagaimana cara pencegahannya.
"Belum ada sosialasi dari Pemerintah dalam hal ini dokter terkait apa itu virus corona dan bagaimana cara pencegahanya karena pemahaman virus corona ini belum 100 persen kita paham. Kita hanya baca-baca di FB dan WA-WA orang saja,"ungkap Maria.
Maria mengaku, sehingga pihaknya membaca hanya untuk kepentingan sendiri saja, belum berpikir untuk sosialiasi atau menerapkan itu di sekolah. Apalagi sejauh ini belum ada surat edaran resmi yang keluar dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk mengsosialiasikan terkait cara pencegahan virus tersebut.
"Kalau memang dari Dinas Kesehatan mau mengutuskan dokter-dokter untuk masuk keluar sekolah sosialiasikan ini kita siap fasilitas saja. Sebab kami tidak paham dokterlah yang lebih paham,"ungkap Maria.
Maria juga mengatakan, harapan pihak mereka agar ada sosialiasi ke sekolah dari Dinas Kesehatan dalam hal ini para dokter seperti yang dilakukan seperti sosialiasi pencegahan DBD itu, sehingga mereka paham dan siap mengimplementasikan itu di sekolah mereka masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)