Kakek Hajar Cucu Pakai Kayu
Ini Penjelasan Kades Paskalis Saat Melihat Korban Kekerasan Sang Kakek Dibawa ke Rumahnya
Kades Golo Langkok, Paskalis Jehadir mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Ini Penjelasan Kades Paskalis Saat Melihat Korban Kekerasan Sang Kakek Dibawa ke Rumahnya
POS-KUPANG.COM |RUTENG--Kades Golo Langkok, Paskalis Jehadir mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban.
Apalagi kasusnya terjadi di desa yang ia pimpin ada kasus kekerasan anak.
Kepada POS-KUPANG.COM di Mapolres Manggarai, Minggu (8/3/2020) malam, Kades Paskalis menuturkan, malam itu sesudah kejadian korban diantar pamannya ke rumah.
"Saya kaget karena di bagian wajahnya semua terluka. Saya prihatin lalu saya obati luka di tubuhny pakai minyak nona mas biar tidak bengkak. Saya amankan korban di rumah biar hari Senin bisa urus di kantor. Tetapi karena kasusnya sudah dimuat media sosial saya bawa ke kantor polisi. Pak bhabin dan Camat Rahong Utara lalu bersama saya bawa korban ke Ruteng biar tidak terjadi apa-apa dengan korban," kata Kades Paskalis.
Malam itu, Kades Paskalis, Camat Rahong Utara dan Bhabin Desa Buar dengan mobil dinas camat tiba di Kantor Polres Manggarai sekira pukul 22.00 wita.
Mereka lalu diterima anggota dan korban lalu dibawa ke RSUD Ruteng guna divisum dokter.
"Korban bilang ke saya kakeknya yang pukul. Korban dipukul pakai kayu. Korban sempat lari ke rumah pamannya dan dibawa ke rumah saya biar tidak dipukul lagi," papar Kades Paskalis.
Ia mengungkapkan, korban sejak lima tahun tinggal bersama kakek dan neneknya.
"Bapak korban sudah meninggal dunia dan mamanya sudah menikah lagi dan tinggal bersama suaminya. Anak ini sudah kelas 4 SD dan tinggal bersama kakek dan neneknya. Mama korban sudah tahu kejadian yang menimpa anaknya," papar Kades Paskalis.
Sebelumnya diberitakan, kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Manggarai.
Kasus kekerasan yang menimpa bocah 11 tahun di Kampung Golo Mende, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai tega dianiaya sang kakek MM (70), Sabtu (7/3/2020) malam sekira pukul 18.30 wita.
Korban AGKA yang mengalami kekerasan mengalami luka berat di bagian wajah dan semua badannya.
Korban dihajar pakai kayu karena sang kakek kesal dengan cucunya tidak mencari kayu bakar pada sore harinya.
Korban dianiaya karena sang kakek menyuruhnya mencari kayu bakar tapi ia tidak pergi mencari kayu bakar.
"Saat malam sang kakek marah dan menganiaya korban di rumah. Korban sempat bersembunyi di atas loteng rumah tapi kakeknya terus menghajarnya dengan cara menusuk kayu dari bawah sehingga korban terjatuh dari atas loteng. Begiu jatuh korban dihajar pakai kayu. Korban lalu lari keluar rumah dan memimta bantuan tapi malah dikejar hingga ia bersembunyi di rumah pamannya. Kemudian pamannya membawa korban ke rumah saya," kata Kades Golo Langkok, Paskalis Jehadir saat ditemui wartawan di Kantor Piket Polres Manggarai, Minggu (8/3/2020) malam.
Malam itu di kantor polisi, Paskalis bersama Camat Rahong Utara, Gerardus dan Bhabinkamtibmas Desa Buar, Bripka Kornelis Jemarus membawa korban guna membuat laporan dan divisum dokter.
Korban datang dengan wajah masih terluka dan mengenakan switer. Begitu masuk ruangan piket semua anggota terkejut dan merasa prihatin dengan keadaan korban.
• Kunker Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ke Timor dan Sumba, Jangan Mau Jadi Orang Bodoh Lagi
• Golkar Tetapkan 4 Paslon Jelang Pilkada Serentak
• BREAKING NEWS :Tidak Cari Kayu Bakar, Kakek di Manggarai Hajar Cucu Pakai Kayu Hingga Badan Terluka
• Miliki 5 Manfaat Bagi Tubuh, Begini Faktanya Tentang Buah Tomat
"Menurut pengakuan korban gara-gara ia tidak pergi cari kayu bakar sehingga kakeknya marah lalu memukulnya," kata Kades Paskalis.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)