Dalam Rangka SAR Mitigasi Bencana, Pushidrosal Survei Hidro-Oseanografi di Perairan Waikelo

Pulau Sumba selalu diguncang gempa karena berada pada batas pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Indoaustralia

POS KUPANG/ISTIMEWA
foto bersama survei dan pemetaan hidro-oseanografi. 

Dalam Rangka SAR Mitigasi Bencana, Pushidrosal Survei Hidro-Oseanografi di Perairan Waikelo 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), tergolong provinsi yang rawan bencana. Pulau yang berbatasan langsung dengan Australia di sebelah selatan itu memang rawan dilanda gempa dengan berbagai tipe, mulai dengan yang berkekuatan kecil, besar, hingga berpotensi tsunami.

Pulau Sumba selalu diguncang gempa karena berada pada batas pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Indoaustralia dan lempang Eurasia.

Tercatat telah beberapa kali Sumba diguncang gempa. Pada tahun 1977 terjadi gempa berkekuatan 7.0 skala richter (SR) yang mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 meter, selanjutnya bulan April 2019, dan kejadian terakhir pada tanggal 22 Januari 2020 dengan kekuatan 6.4 skala richter.

Berdasarkan beberapa kejadian tersebut Pulau Sumba diprioritaskan secara nasional oleh Pushidrosal untuk dilakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi. Berkaitan dengan hal itu, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menempatkan perairan Waikelo, Sumba Barat Daya provinsi NTT sebagai prioritas untuk dilakukan survei Hidro-Oseanografi pada tahun 2020 ini.

Hal ini disampaikan oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H, dalam rilis yang dikirim oleh Danposal Waingapu, Letda Ismadi Jab kepada POS-KUPAN.COM, Senin (9/3/2020).

Harjo menjelaskan, operasi survei dan pemetaan ini digelar untuk kepentingan pemutakhiran data hidrografi, oseanografi, meteorologi, dan geografi maritim, guna mencari alternatif pantai untuk beaching dan fasilitas sandar untuk evakuasi medis dalam rangka mitigasi bencana.

Selain itu, operasi survei dan pemetaan ini juga bertujuan untuk pemutakhiran Peta Laut Indonesia nomor 115, 295, 298 dan 304, serta informasi publikasi nautika lainnya.

Menurut Harjo, pemetaan hidrografi dan oseanografi dalam mitigasi bencana maupun dukungan penanggulangan bencana merupakan hal yang sangat penting, terutama untuk daerah-daerah perairan yang rawan bencana seperti Pulau Sumba di NTT.

"Akuisisi data survei hidro-oseanografi yang dilakukan dapat digunakan untuk menetapkan pantai untuk beaching dan fasilitas sandar guna pergeseran logistik dan jalur evakuasi di sekitar daerah bencana, serta pemuktahiran data hidrografi, yang merupakan hal yang sangat penting demi suksesnya misi bantuan kemanusiaan penganggulangan bencana,"jelas Harjo.

Tim survei Pushidrosal itu di bawah pimpinan Dan Unit Survei Letkol Laut (P) Arif Budi R, melakukan operasi survei dan pemetaan yang meliputi pengambilan data kedalaman (pemeruman), pencitraan dasar laut, verifikasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), pemasangan stasiun pasang surut, pengukuran arus, pengukuran ketebalan sedimentasi, pengambilan contoh dasar laut, pengamatan meteorologi dan verifikasi toponimi serta pengumpulan data geografi maritim.

Untuk evaluasi dan melihat keakuratan data yang sudah dihasilkan agar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh International Hydrographic organization (IHO), dilakukan inspeksi oleh Direktur Personel (Dirpers) Pushidrosal Kolonel Laut (S) Suhartoyo yang didampingi Kasubdis Peta Khusus Letkol Laut (P) Bambang Marwoto.

Hari Ini 2 Peringatan Dini Soal Prediksi Cuaca di NTT, Yuk Simak Penjelasannya!

Kasus Kakek Aniaya Cucu di Manggarai Sempat Viral di Medsos Lalu Diungkap Polisi

Ketua DPC Demokrat Ngada Ajak Kader Perjuangkan Paket GUD-ATR

Kunker Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ke Timor dan Sumba, Jangan Mau Jadi Orang Bodoh Lagi

BREAKING NEWS :Tidak Cari Kayu Bakar, Kakek di Manggarai Hajar Cucu Pakai Kayu Hingga Badan Terluka

Selama melaksanakan tugasnya Tim Survei di dukung oleh Pemda Sumba Barat Daya, Pemda Sumba Barat, Pemda Sumba Tengah, BPBD setempat, Kades beserta Ketua BPD Lokory serta umbu dan Habibie sebagai pemuda nelayan waikelo serta Posal Waingapu Lanal Rote. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved