Liga 1 2020
Strategi Pelatih dan Ketajaman Lini Serang Ditunggu Aremania dan Bobotoh, Persib vs Arema Info
Laga Arema FC vs Persib Bandung dalam laga pekan kedua Liga 1 2020 bakal tersaji pada Minggu (8/3/2020).
Untuk naturalisasi, ada Fabiano Beltrame, Victor Igbonefo, Kim Jefrey Kurniawan, dan Esteban Vizcarra.
Persib hanya meninggalkan 6 pemain di Bandung, mereka adalah Dhika Bayangkara, Henhen Herdiana, Mario Jardel, Gian Zola, Erwin Ramdani dan Zulham Zamrun.
3. Permainan Saling Menyerang

Dengan menurunkan komposisi terbaiknya, permainan dalam laga nanti diprediksi berlangsung saling menyerang.
Kedua tim diketahui sama-sama memiliki filosofi sepakbola terbuka dan sama-sama kuat dalam menyerang.
Pertemuan kedua tim di Liga 1 2019 telah mencetak gol lebih dari 2.
Oleh karena itu, kemungkinan besar akan terjadi hujan gol saat laga nanti sehingga membuat pertandingan semakin seru.
4. Adu Tajam Lini Depan Kedua Tim

Berbicara soal penyerangan, maka ada peran penting dari striker kedua tim.
Arema FC dan Persib Bandung sama-sama memiliki striker andalannya.
Arema FC mengandalkan Elias Aderete dan Jonathan Bauman yang sama-sama dari Argentina.
• Pelatih Maung Bandung Janjikan Permainan Indah saat Kontra Arema FC, Begini Strategi Persib Info

Meski belum menjalani debut di Liga 1 2020, kedua striker asal Amerika Latin ini diprediksi haus mencetak gol dalam laga nanti.
Terakhir, keduanya diketahui tampil cukup bagus di laga ujicoba dan kompetisi pra musim lalu.
Sementara Persib Bandung mengandalkan Wander Luiz dan Geoffrey Castillion.
Wander Luiz dan Geoffrey Castillion sudah membuktikan dengan mencetak gol pada laga debutnya melawan Persela Lamongan Minggu (1/3/2020) lalu.
5. Perdamaian Aremania-Bobotoh

Hal yang dinanti dalam Arema FC vs Persib Bandung sebenarnya adalah perdamaian antar kedua suporter, Aremania dan Bobotoh.
Seperti dikutip dari Kompas.com, Aremania dan Bobotoh merupakan dua suporter yang memiliki rivalitas tinggi di kancah sepak bola nasional.
Tak jarang, kedua suporter itu terlibat dalam kericuhan yang merugikan banyak pihak.
Sinyal perdamaian kedua suporter itu sempat mencuat setelah pihak kepolisian memberikan kuota bagi Bobotoh untuk datang ke Stadion Kanjuruhan untuk menyaksikan laga.
Hal tersebut dilakukan untuk menjalankan aturan yang sudah diterapkan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), terkait kuota suporter dalam pertandingan pada kompetisi Indonesia di bawah naungan LIB.
Dalam aturan tersebut disebutkan, suporter tim tamu berhak mendapatkan jatah atau kuota sebanyak lima persen dari total kapasitas stadion tempat berlangsungnya pertandingan.
Namun, Bobotoh akhirnya memutuskan untuk tidak datang dengan berbagai pertimbangan.
Satu di antaranya adalah menghindari konflik di akar rumput.
Terakhir kali Aremania dan Bobotoh berada di satu tribun yakni pada Piala Bhayangkara tahun 2016.
Meski Bobotoh batal hadir, sinyal perdamaian kedua suporter tampaknya akan terus mencuat. (TribunWow.com/Vintoko)
