Perang Tanding di Adonara Flotim

Ini Tanggapan DPRD NTT Soal Perang Tanding di Flotim

Pemerintah Kabupaten Flores Timur ( Pemkab Flotim) perlu mencari solusi terbaik untuk menuntaskan kasus tanah di Adonara

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Anggota Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Kabupaten Flores Timur ( Pemkab Flotim) perlu mencari solusi terbaik untuk menuntaskan kasus tanah di Adonara. Perlu melibatkan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat agar mencari solusi.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT asal dapil Flotim, Lembata dan Alor, Ana Waha Kolin, S.H, Kamis (5/3/2020).

Menurut Ana, butuh perhatian ekstra dan serius dari Pemkab Flotim. "Situasi dan kondisi ini bisa dikatakan sebagai darurat, karena sudah masuk dalam ranah pidana. Apalagi korbannya sudah lebih dari seseorang," kata Ana.

Excavator dan Traktor Hasil Perjuangan Ansy Lema Tiba di NTT

Dijelaskan, semua tokoh-tokoh kunci harus dilibatkan untuk lebih serius untuk melihat dan mencari solusi dalam persoalan ini.

"Tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus dilibatkan. Pemkab Flotim tidak boleh sendirian dan aparat tetapi libatkan semua semua tokoh tersebut," katanya.

BREAKING NEWS: 6 Orang Terbunuh dalam Perang Tanding Perebutan Lahan di Pulau Adonara Flotim

Sekretaris Fraksi PKB DPRD NTT ini mengatakan, masyarakat dihimbau agar tahan emosi tapi harus bisa menguraikan persoalan ini secara detail dan secara benar sehingga tidak akan jatuh lagi korban.

"Semuanya harus bisa membuat situasi dan kondisi ini menjadi kondusif, tetapi butuh proses karena korban sudah berjatuhan. Advokasi harus secara pelan-pelan dilakukan dan mendudukan persoalan pada porsinya dan tidak boleh memihak siapapun," katanya.

Dia juga mengharapkan, untuk sementara pihak-pihaknya bertikai harus diamankan sampai kondisinya kembali kondusif.

"Ini harus menjadi pelajaran yang berharga bagi semua orang agar penyelesaikan persoalan harus menggunakan logika. Sekali lagi Pemkab Flotim bersama Forkopimda serta para tokoh kunci harus sesegara mungkin mencari jalan keluar sehingga persoalan ini bisa diminimalisir," ujarnya.

Dikatakan, ini merupakan tanggungjawab dan bukti jikalau negara bertanggungjawab serta hadir dalam setiap persoalan masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved