Dinas Peternakan Minta Warga Lapor Jika Ada Babi Mati Mendadak
Plt Kepala Dinas Peternakan Nagekeo, Apolinaris Meo, menyebutkan, belum mendapatkan laporan resmi terkait adanya babi mati mendadak
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Plt Kepala Dinas Peternakan Nagekeo, Apolinaris Meo, menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait adanya babi mati mendadak.
Saat ini memang dibeberapa daerah NTT, babi terserang penyakit virus babi atau ASF.
"Laporan resmi belum ada, melalui instruksi kita sudah minta untuk laporkan jika ada kejadian tetapi informasi tidak resmi ada kasus dan kita sudah tindaklanjut dengan pengambilan sampel sehingga kepastian tentang penyebab kematian menunggu hasil pengujian laboratorium," ujar Meo, Jumat (6/3/2020).
• Pilkada Sumba Barat, Yohanes Dade Optimistis Dapat Dukungan PDIP, Demokrat, Perindo dan Berkarya
Meo mengatakan pihaknya siap terjun lapangan dan memantau terkait wabah virus ASF. Memang butuh kerja sama semua pihak.
Ia meminta agar masyarakat melaporkan kepada dinas peternakan jika ada hewan ternak seperti Babi yang mati mendadak.
• SMKN 4 Kupang Jadi Sub Kampus Politeknik Negeri Surabaya
"Mohon bantuan informasi yang cepat tentang kasus kematian ternak masyarakat agar bisa diobservasi cepat oleh dokter hewan berwenang," ujar Meo.
Ia mengaku pihaknya menyarankan edukasi juga terhadap pemilik peternak babi asal Flores khusus asal Nagekeo agar lakukan biosafety terhadap manusia dan pekerja dan semua yang berhubungan dengan babi peliharaan jika mereka harus ke Flores atau Nagekeo supaya tidak membawa virus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/breaking-news-warga-ttu-keluhkan-ternak-babi-mati-mendadak.jpg)