Gubernur NTT Lauching Desa Malata Sumba Barat Jadi Desa Digital

Hari Jumat (28/2/2020), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H secara resmi melauching Desa Malata Kabupaten Sumba Barat sebagai desa digital

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,S.H didampingi bupati Sumba Barat,Drs.Agustinus Niga Dapawole, Wakil Bupati Sumba Barat,Marthen Ngailu Toni, S.P, Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Christian Taka,S.IPem dan sejumlah pejabat lainnya melaunching Desa Malata Sebagai Desa Digital, kelompok masyarakat akses inteenet dan website pemda,Jumat(28/2/2020) 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Hari Jumat (28/2/2020), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H secara resmi melauching Desa Malata di Kecamatan Tanah Righu, Kabupaten Sumba Barat sebagai desa digital, kelompok informasi masyarakat akses internet, televicion comercial dam website pemda.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Komunikasi dan informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Sumba Barat bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Bank NTT Cabang Waikabubak,Kabupaten Sumba Barat.

Kehadiran teknologi memberi kemudahan bagi Desa Malata mempercepat pelayanan publik, pelayanan administrasi dan transparansi penggunaan dana desa.

Dihadapan Gubernur NTT, Bupati Niga Dapawole Sampaikan Sumba Barat Gagal Tanam

Hari ini, saya selaku Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H melauching Desa Malata sebagai desa digital. Kesannya Desa Malata selama ini melek teknologi dan dengan hadirnya teknologi tersebut dapat memberikan perubahan percepatan pelayanan publik, pelayanan administrasi, transparansi pengelolaan dana desa dan lain-lain.

Dengan demikian rakyat Desa Malata,Kecamatan Tanah Righu dimanapun berada yang berkeinginan berurusan dengan desa dapat mengakses ke www.desa.malata.com untuk mendapatkan akses informasi dan pelayanan.pemerintahan sebagaimana diinginkannya.

Promo Menarik Selama Peluncuran, Potongan Rp 15 Juta untuk Suzuki XL7

Menurut Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, saat ini teknogi sudah hadir tetapi kalau perencanaan kurang baik maka sehebat apapun teknologi yang hadir di daerah ini akan sia-sia pula. Tidak ada gunanya teknologi itu kalau perencanaan kegiatan desa buruk. Akibatnya pekerjaan tidak fokus dan kita sendiri tidak mengetahui apa yang sedang kita kerjakan.

Karena itu rencanakan kegiatan tahun yang baik, benar dan sistematis dan melaksanakannya dengan baik pula. Perencanaan kegiatan yang dibuat harus berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga dapat terukur diakhir tahun kegiatan. Tanpa sebuah perencanaan yang baik maka sulit melaksanaan pembangunan secara terfokus di daerah ini. Kehadiran teknologi seperti ini harus pula mematik pemerintah desa untuk bekreasi meningkatkan pembangunan desa ini.

Sementara itu Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole, mengatakan, menetapkan Desa Malata sebagai pilot projeck desa digital merupakan salah upaya pemerintah meningkatkan percepatan pelayanan publik, pelayanan administrai juga mendukung transparansi pengelolaan dana desa. Dengan kehadiran teknologi ini memudahkan masyarakat mengakses desa malata untuk mengikuti perkembangan pembangunan yang terjadi maupun informasi desa lainnya.

Karena itu, ia menghimbau aparat pemerintahan desa Malata memanfaatkan teknologi yang tersedia demi meningkatkan kehidupan ekonominya. Masyarakat dapat mempromosikan produk usaha lokal melalui teknologi yang tersedia guna menari minat warga yang membelinya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved