Kedelai Harus Mulai Ditanam di Rigi Nagekeo
Komoditas kacang kedelai mulai ditanam di Desa Rigi. Desa ini merupakan satu diantara desa yang berada di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Komoditas kacang kedelai mulai ditanam di Desa Rigi. Desa ini merupakan satu diantara desa yang berada di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo.
Desa Rigi saat ini sudah memiliki rumah produksi pembuatan tempe tanpa limbah.
Rumah produksi tersebut dikelolah oleh Kelompok Dasawisma To'o Jogo Desa Rigi.
• Dedy Paparkan Permasalahan di Desa Rowa Nagekeo, Berikut Liputannya!
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengatakan, kendala saat ini adalah masih bergantung pasokan Kedelai dari luar Nagekeo yaitu dari Bajawa.
Sehingga memang mulai saat ini harus tanam Kedelai yang merupakan bahan baku membuat tempe. Masyarakat Desa Rigi harus mulai budidaya Kedelai. Karena Kedelai hanya tiga bulan sudah bisa dipanen.
• Ratusan Babi Mati Mendadak, Pemilik Warung B2 di Kefamenanu Beralih Jual Ikan Kuah Asam
"Kedelai harus mulai ditanam. Kedelai segar dari Rigi. Luas lahan 30 Hektar itu harus dikelola baik-baik. Sehingga kita bisa menikmati, masih segar. Begitu juga membuat tempe. Jika produksi besar, kita bisa pasarkan ke Labuan Bajo," ujar Bupati Don, saat bertemu Kelompok Dasawisma To'o Jogo di Rumah Produksi Tempe Desa Rigi Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Kamis (27/2/2020).
Bupati Don mengatakan harus mencari bibit unggul yang bagus dan berkualitas. Dinas Pertanian melalui PPL harus damping dan silakan menanam.
"Ini mewajibkan anggota membeli dan mengkonsumsi. Kalau sudah ditingkat Kecamatan bisa mencari pengecer, karena di Boawae sudah ada pasar harian. Bagian pemasaran harus tangguh dan di Pasar Danga harus ada orang pengecer," ujar dia.
Ia menyampaikan Dinas Pertanian harus anggarkan bibit Kedelai unggul sehingga bisa dibagikan kepada warga. Luas lahan sekitar 30 hektar harus jelas dan dirawat.
"Harus cari bibit Kedelai unggul di Balai Pertanian. Harus bisa seperti itu, dikerjakan dengan baik. Membangun optimisme, latih kerja dengan teknologi yang sekarang, semangat kerja harus dibangun. Kedelai hanya sekitar 3 bulan sudah panen," ujar dia.
Sementara warga Rigi, Stefanus menyampaikan terima kasih karena Bupati Don datang melihat langsung rumah produksi Tempe.
"Kendala kami di bibit kedelai. Semoga bisa dianggarkan untuk kami," ujar dia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kedelai-harus-mulai-ditanam-di-rigi-nagekeo.jpg)