Ratusan Babi Mati Mendadak, Pemilik Warung B2 di Kefamenanu Beralih Jual Ikan Kuah Asam

Ratusan babi mati mendadak, pemilik Warung B2 di Kefamenanu beralih jual Ikan Kuah Asam

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Pemilik warung B2 di Kefamenanu, Bernadus Daos 

Ratusan babi mati mendadak, pemilik Warung B2 di Kefamenanu beralih jual Ikan Kuah Asam

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemilik warung B2 di Kefamenanu, Bernadus Daos, mengatakan bahwa dirinya sudah beralih berjualan dari sebelumnya yang berjualan B2, kini sudah berjualan ikan kuah asam.

Ia beralih berjualan sejak wabah penyakit menyerang ratusan ekor ternak babi milik masyarakat di Kabupaten TTU. Sejak saat itu, dirinya langsung memutuskan untuk beralih berjualan.

Gubernur NTT Minta GKS Ikut Berperan Turunkan Stunting

Menurutnya, keputusan untuk beralih berjualan merupakan satu keputusan yang tepat sebab takut nantinya wabah penyakit tersebut bisa menyerang siapa saja yang mengkonsumsi B2.

"Karena banyak babi yang mati, saya berpikir bahaya kalau seperti itu. Akhirnya imbasnya ke warung. Saya sudah tidak berjualan lagi B2 tapi jual ikan kuah asam," terangnya.

Sebenarnya, ungkap Bernadus, dirinya sangat merugi jika harus beralih berjualan. Namun apa daya wabah penyakit yang menyerang ratusan ekor babi mati secara mendadak membuat dirinya takut untuk berjualan B2 lagi.

"Karena saya sudah beralih jualan, maka Omset turunnya jauh sekali. Kalau sebelumnya omsetnya bisa mencapai 1 juta sampai 1,2 juta per hari, sekarang tinggal 100-150 ribu saja per hari," terangnya.

Meskipun omsetnya turun jauh sekali, dirinya tidak tergiur sama sekali dengan para penjual daging B2 yang datang silih berganti untuk menawarkan daging B2 dengan harga yang murah meriah. Dirinya bersikukuh untuk tidak membeli daging babi sebab masa wabah tersebut belum berakhir.

"Nanti kalau pemerintah daerah bilang sudah tidak ada lagi wabah, maka saya pasti akan berjualan lagi daging B2. Karena orang tau saya jual daging B2," pungkasnya.

Bernadus berharap, agar wabah penyakit yang menyerang ratusan ekor babi di Kabupaten TTU dapat segera berakhir sehingga dirinya dapat menjual kembali daging B2 di warung miliknya tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved