Salam Pos Kupang

DBD di Daerah Wisata

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul DBD di daerah wisata

DBD di Daerah Wisata
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul DBD di daerah wisata

POS-KUPANG.COM - PREDIKAT destinasi pariwisata super premium yang dipatrikan untuk Labuan Bajo tentunya memiliki nilai lebih yang luar biasa. Sebab di sana tentunya akan ditata dan dikelola berbeda dengan lokasi obyek wisata lainnya di Indonesia.

Predikat super premium itu tentunya menyedot dana Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak sedikit. Sebab, dengan penataan tersebut tentunya akan mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara yang tidak sedikit ke Labuan Bajo.

Pemimpin Kita : Negarawan atau Politisi?

Jika wisatawan akan berbondong-bondong ke Labuan Bajo tentunya diharapkan akan memberika dampak yang luar biasa pula kepada masyarakat yang ada di Labuan Bajo khususnya dan NTT pada umumnya.

Kita semua sudah melihat begitu besarnya perhatian pemerintah pusat untuk kemajuan pariwisata di Labuan Bajo. Bahkan untuk hari-hari mendatang masih sangat banyak kucuran dana yang mengalir ke Labuan Bajo. Semua itu tentu harus kita syukuri karena begitu besarnya perhatian pemerintah pusat untuk Labuan Bajo.

Empat Perairan di Sumba Bepotensi Tinggi Gelombang Hari Ini Hingga 2.5 Meter

Namun kemajuan yang sudah terlihat di Labuan Bajo dan predikat destinasi pariwisata premium pada sisi yang lain memiliki tantangan yang tidak kecil.

Satu dari sekian banyak tantangan itu adalah masih tingginya penderita Demam Berdarah Denque (DBD) yang menyerang sejumlah warga di Labuan Bajo. Itu hanya salah satu dari penyakit yang biasa menyerang warga di sana. Belum lagi dengan malaria yang memang selama ini sudah sering terjadi di wilayah Manggarai Raya pada umumnya.

Kejadian DBD ini bukan baru sekarang terjadi tetapi hampir setiap tahun selalu muncul dan menelan korban yang sangat banyak. Walau sudah kerap terjadi tetapi kita tidak melihat penyakit yang disebabkan nyamuk aedes agepty ini mengalami penurunan.

Padahal penyakit ini menjadi momok bagi para wisatawan. Semestinya penyakit seperti ini sudah harus ditekan ke titik yang paling rendah di daerah yang menjadi tujuan wisata ini. Tanpa itu, maka pembangunan besar-besaran yang dilakukan pemerintah pusat akan menjadi sia-sia karena enggan dikunjungi wisatawan karena takut terkena penyakit misalnya DBD.

Wisatawan yang datang ke Labuan Bajo semestinya dijaga kesehatannya. Sebab, mereka ke Labuan Bajo untuk bersenang-senang bukan mencari penyakit. Oleh karena itu, kita mendorong pemerintah daerah untuk gencar membasmi DBD sehingga dari tahun ke tahun terus menurun penderita yang mengalami DBD.

Sebenarnya sederhana saja mengatasi DBD dengan terus membersihkan lingkungan sekitar dan membuang sampah pada tempatnya. Jika kesadaran itu belum berhasil dibangun, tetapi paling tidak pemerintah terus menerus membangun kerja sama membersihkan sampah yang ada di Labuan Bajo. Jika itu sudah menjadi kebiasaan maka kita yakin Labuan Bajo akan bebas dari DBD. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved