Selasa, 19 Mei 2026

Saluran Irigasi Buntal Kiri yang Tertimbun Tanah Longsor Sudah Ditangani

Bangunan saluran skunder Daerah Irigasi Buntal bagian kiri yang tertimbun tanah longsor sudah ditangani

Tayang:
Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Saluran skunder Buntal bagian kiri setelah diperbaiki 

Bangunan saluran skunder Daerah Irigasi Buntal bagian kiri yang tertimbun tanah longsor sudah ditangani

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bangunan saluran skunder Daerah Irigasi Buntal ( DI Buntal) bagian kiri di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, yang tertimbun tanah longsor saat terjadi hujan pada 7 Januari 2020 kini sudah ditangani. Saat ini saluran skunder tersebut sudah berfungsi normal kembali.
Hal ini disampaikan Kasatker PJPA NTT Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Hendra Kurniawan, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (27/2/2020).

Hendra menjelaskan, saluran skunder DI Buntal bagian kiri yang tertimbun tanah longsor saat hujan itu mulai dari BSB 3 kiri hingga BSB 11 kiri sepanjang kurang lebih 7 Km.

Anggota DPRD Manggarai Barat Andi Riski Nur Cahya Diperiksa Polisi Terkait Jual Beli Lahan di Rangko

"Saluran skunder yang kita kerjakan tidak ada yang rusak. Yang terjadi di lapangan adalah saluran yang kita kerjakan tertutup sedimen atau tertimbun tanah longsor akibat hujan sehingga air tidak bisa jalan," jelas Hendra.

Saluran skunder Buntal bagian kiri yang tertimbun sedimentasi akibat hujan lebat tanggal 7 Januari 2020.
Saluran skunder Buntal bagian kiri yang tertimbun sedimentasi akibat hujan lebat tanggal 7 Januari 2020. (ISTIMEWA)

Dikatakannya, karena saluran itu tertimbun sedimen lumpur saat masih dalam masa pemeliharaan, maka pada saat itu saluran yang tertimbun itu langsung ditangani sehingga saluran tersebut bisa berfungsi normal kembali sampai saat ini.

"Jadi karena terjadi saat masih dalam masa pemeliharaan maka saluran itu langsung di bersihkan dan kini sudah berfungsi normal kembali," kata Hendra.

Universitas Nusa Cendana Kupang Sudah Hasilkan 69.331 Lulusan

Kecuali saluran skunder DI Buntal bagian kanan yang dikerjakan tahun 2015 dan juga tertutup sedimen lumpur akibat hujan, jelas Hendra, nantinya akan ditangani bagian operasi dan pemeliharaan (OP).

"Tapi apakan langsung ditangani OP, itu yang kita belum tahu, tergantung dananya. Kalau ditangani secara darurat dengan dana bencana alam, itu tergantung ada pernyataan bencana dari bupati," katanya.

Saluran skunder Buntal bagian kiri yang tertimbun sedimentasi akibat hujan lebat tanggal 7 Januari 2020.
Saluran skunder Buntal bagian kiri yang tertimbun sedimentasi akibat hujan lebat tanggal 7 Januari 2020. (ISTIMEWA)

Sebelumnya diberitakan, ratusan hektar tanaman padi di persawahan dataran Buntal, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terancam gagal panen lantaran saluran irigasi Wae Buntal rusak dan tertimbun tanah longsor.

Di mana 300 meter irigasi itu tertutup material longsor sesudah hujan dan angin kencang melanda Elar, Minggu (5/1/2020) lalu.

Demikian Kalak BPBD Matim, Anton Dergon kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng dalam rilisnya, Minggu (12/1/2020) siang.

"Kades Golo Lijun sudah buat laporan ke kami. Kades minta agar ada penanganan. Kami sudah kirim laporan biar ada langkah. Irigasi di Wae Buntal milik provinsi," kata Anton. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved