Sabtu, 11 April 2026

Ternak dan Olahan Babi Dari TTU, Belu dan Malaka Dilarang Masuk TTS, Ini Alasannya

tidak membawa masuk ternak babi maupun olahannya ke Kabupaten TTS dari Kabupaten tetangga tersebut.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Ternak dan Olahan Babi Dari TTU, Belu dan Malaka Dilarang Masuk TTS, Ini Alasannya

POS-KUPANG. COM |SOE -- Untuk mencegah masuknya virus African Swine Fever ( ASF) dari TTU, Belu dan Malaka ke daerah TTS, maka Pemda TTS telah mengeluarkan surat imbaun untuk tidak membawa masuk ternak babi maupun olahannya ke Kabupaten TTS dari Kabupaten tetangga tersebut. Pasalnya, ketiga Kabupaten tetangga tersebut telah terjangkit virus ASF.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati TTS, Egusem Piether Tahun kepada pos kupang.com, Rabu (26/2/2020) pagi.

Ia mengatakan, Pemda TTS telah mengeluarkan surat imbaun dan menyampaikannya kepada masyarakat melalui Radio Pemerintah Daerah (RPD). Dalam himbau tersebut, Pemda TTS menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan ASF.

Penyebab penyakit ASF adalah virus. Dimana ternak babi yang diterang ASF akan menunjukkan gejalah seperti demam tinggi, kehilangan selera makan, pendarahan pada kulit ( muncul kemerahan pada kulit telinga, perut dan kaki), muntah dan mengalami diare. Jika muncul gejala tersebut, warga diminta untuk segera melaporkan kepada petugas Dinas Peternakan.

"Imbauan dari Pemda sudah kita sampai lewat RPD. Kita berharap virus ini tidak masuk ke Kabupaten TTS," ungkap Bupati Tahun. 

Bagi petugas Dinas Peternakan lanjut Bupati Tahun, dirinya meminta agar meningkatkan kewaspadaan di semua lini. Jika ada laporan dari warga terkait dugaan serangan ASF, Bupati Tahun meminta agar  petugas segera menindaklanjuti.

Ia juga meminta Dinas Peternakan untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Propinsi NTT untuk mendapatkan bantuan tambahan obat dan vaksin untuk babi.

"Saya sudah komunikasi dengan Pak Kadis agar tingkat kewaspadaan dijajaran Dinas Peternakan terhadap serangan ASF," ujarnya.

Diberikan sebelumnya, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menerima laporan dari Kadis Peternakan Kabupaten TTS terkait adanya ternak babi warga TTS yang mati akibat penyakit Hog Cholera dan African Swine Fever ( ASF). Walau demikian, dirinya telah memerintahkan Kadis Peternakan, Benyamin Billy untuk mewaspadai penyakit Hog Cholera dan ASF masuk ke TTS.

Perlintasan WNI Ilegal Jadi Sorotan Pemerintah Timor Leste

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat : Ini Isu yang Memalukan NTT

"Hingga saat ini saya belum menerima laporan adanya ternak babi warga yang mati tiba-tiba akibat Hog Cholera dan ASF. Namun saya sudah ingatkan Kadis Peternakan untuk berhati-hati karena di Belu, Malaka dan Kota Kupang sudah terkena Hog Cholera dan ASF. Kita di TTS harus waspada," ungkap Bupati Tahun kepada POS KUPANG.COM, Selasa (25/2/2020) melalui sambungan telepon. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved