Selasa, 14 April 2026

Internasional Terkini

Amerika Serikat dan Iran Masih Berselisih Soal Selat Hormuz 

Israel yang menyerang Iran bersama dengan AS terus melanjutkan serangannya terhadap Hizbullah, kelompok muslim Syiah yang didukung oleh Iran.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/Via Serambinews
Ilustrasi perang Amerika dan Israel vs Iran 

 

POS-KUPANG.COM, TEHERAN - Amerika Serikat dan Iran masih berbeda pendapat mengenai penanganan Selat Hormuz menjelang pembicaraan di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Sabtu (11/04/2026). Pembicaraan di Pakistan itu dilakukan untuk mengakhiri konflik setelah kedua pihak sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan.

Gedung Putih mengatakan misi AS akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan kepada BBC pada Kamis (09/04/2026) bahwa Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf akan memimpin misi Iran.

Israel yang menyerang Iran bersama dengan AS terus melanjutkan serangannya terhadap Hizbullah, kelompok muslim Syiah yang didukung oleh Iran. Pada Kamis, militer Israel mendesak warga untuk mengungsi dari pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut. Pihak otoritas di Lebanon mengatakan bahwa 303 orang telah tewas sejak Rabu (08/04/2026).

Baca juga: Iran Peringatkan AS Jika Gencatan Senjata Gagal: Kami Pikir Itu Tindakan Bodoh

Selat Hormuz pada dasarnya masih ditutup. Sebuah laporan media Iran menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam telah menetapkan rute untuk melewati selat tersebut. Iran juga dilaporkan mengenakan biaya kepada kapal tanker yang ingin melewati selat itu.

Media pemerintah Iran merilis apa yang mereka sebut sebagai pernyataan dari pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, pada Kamis. Pernyataan itu menyebutkan Teheran akan menuntut ganti rugi atas setiap kerusakan yang ditimbulkan, serta membawa pengelolaan selat tersebut ke tahap baru.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial pada Kamis, "Terdapat laporan bahwa Iran memungut biaya atas kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya itu tidak dilakukan dan jika memang terjadi, mereka harus segera menghentikannya!"

Ia juga mengatakan dalam unggahan terpisah, "Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk." Ia menambahkan, "Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!"

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved