Virus Corona

Virus Corona Sudah Membunuh 2.250 Korban Meninggal, 18.000 Orang Sembuh dari Infeksi

- Jumlah korban meninggal dan korban terinfeksi akibat wabah virus corona masih terus bertambah

Editor: Ferry Ndoen
PA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT
Pasien suspect virus corona di Daegu Korea Selatan 

POS KUPANG.COM-- - Jumlah korban meninggal dan korban terinfeksi akibat wabah virus corona masih terus bertambah

Hingga Sabtu (22/2/2020) pagi, tercacat sudah 2.250 kasus kematian akibat virus corona.

Angka korban meninggal itu hanya sebagian dari 76.806 orang terkonfirmasi infeksi virus corona Covid-19.

Dokter memeriksa kondisi bayi yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Anak Wuhan, China. Bayi itu positif terinfeksi setelah diperiksa 30 jam pasca-dilahirkan, di mana sang ibu juga menderita virus tersebut.
Dokter memeriksa kondisi bayi yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Anak Wuhan, China. Bayi itu positif terinfeksi setelah diperiksa 30 jam pasca-dilahirkan, di mana sang ibu juga menderita virus tersebut. (sky News)

Di satu sisi, jumlah kematian dan infeksi akibat virus corona terus bertambah tapi di sisi lain jumlah pasien sembuh juga terus meningkat.

Data terbaru, hingga Sabtu pagi ini menunjukkan, jumlah pasien sembuh mencapai lebih dari 18.000 orang.

Wabah tersebut paling banyak tercatat di daratan Cina. Sementara, di luar Cina, kondisi yang semakin memburuk dialami oleh Jepang dan Korea Selatan.

Melansir CNN, otoritas di Provinsi Hubei mengonfirmasi 411 kasus baru pada Kamis (20/2/2020) pagi, membuat jumlah kasus di pusat wabah menjadi semakin bertambah.

Ini Daftar Pemain Singo Edan Liga 1 2020, 3 Mantan Pemain Persib Banung Gabung Arema FC

Selain itu, Rumah Sakit Nomor 1 Distrik Jiangxia di Wuhan juga mengonfirmasi kematian dokter Peng Yinhua akibat virus corona baru.

Kematian Dr. Peng memunculkan simpati besar di media sosial setelah media cetak setempat melaporkan bahwa dokter berusia 29 tahun ini menunda pernikahannya karena virus tersebut.

Pihak berwenang di Cina mengungkapkan, 6 dokter telah meninggal dunia dan lebih dari 3.000 staf terinfeksi virus.

Di luar Cina, wabah terbesar sementara terjadi di Jepang dan Korea Selatan. Jumlah kasus di Korea Selatan telah melambung tinggi, dari 28 kasus sepekan lalu, menjadi 204 kasus pada Jumat (21/2/2020) sore.

Pasien suspect virus corona di Daegu Korea Selatan
Pasien suspect virus corona di Daegu Korea Selatan (PA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT)

Dua pasien yang didiagnosis virus corona telah meninggal, di mana wabah terpusat di sekitar selatan kota Daegu.

Untuk itu, tim medis pun telah dikirim ke dalam kota untuk menguji orang-orang tanpa riwayat perjalanan keluar negeri maupun terkait dengan kasus lain yang telah dikonfirmasi.

Hingga kini, pemeriksaan baru dilakukan pada kasus-kasus orang yang memiliki riwayat perjalanan baru ke daratan Cina, Hong Kong, dan Macau, atau pada orang-orang yang menunjukkan gejala-gejala mencurigakan setelah melakukan kontak dengan kasus yang dikonfirmasi.

Pada Jumat (21/2/2020), Pemerintah Korea Selatan pun menetapkan Daegu dan wilayah sekitarnya Cheongdo sebagai "area pengaturan khusus" untuk penyakit menular.

Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus.
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. (Xinhua via SCMP)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved