DPRD TTU Minta Pemda Segera Deteksi Penyebab Matinya Ratusan Ekor Babi, Simak Info

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yasintus Lape Naif meminta pemerintah melalui din

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
PK/Tommy Nulangi
Anggota DPRD TTU Yasintus Lape Naif 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yasintus Lape Naif meminta pemerintah melalui dinas teknis terkait agar segera mendeteksi penyebab matinya ratusan ekor babi di daerah tersebut.

Menurut wakil ketua DPRD Kabupaten TTU tersebut, jika tidak dideteksi secara cepat, maka tidak menutup kemungkinan ternak babi milik warga akan mati semua.

Ini Daftar Pemain Singo Edan Liga 1 2020, 3 Mantan Pemain Persib Banung Gabung Arema FC

"Oleh karena itu, pemerintah melalui dinas teknis segera ambil langkah kongkrit untuk mencari tahu penyebab matinya ratusan ekor babi di TTU ini," kata Yasintus kepada Pos Kupang, Sabtu (22/2/2020).

Yasintus mengatakan, deteksi terhadap wabah penyakit yang menyerang ratusan ekor babi harus segera dilakukan oleh pemerintah supaya bisa mengetahui penyebab ratusan ekor babi yang dilaporkan mati secara mendadak.

Ratusan Siswa Hanyut saat Susur Sungai di Sleman, Ini Daftar Nama Korban Tewas

"Setelah mengetahui wabah penyakitnya apa, maka harus segera carikan solusi yang tepat untuk bisa mengatasi masalah tersebut," ungkapnya.

Yasintus menambahkan, jika pendeteksian terhadap wabah penyakit tersebut lambat dilakukan maka mati dalam jumlah yang sangat banyak yang merugikan masyarakat sendiri.

Virus Corona Sudah Membunuh 2.250 Korban Meninggal, 18.000 Orang Sembuh dari Infeksi

Diberitakan sebelumnya, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengatakan, untuk sementara jumlah babi yang mati secara tiba-tiba sebanyak 120 ekor.

Jumlah babi yang mati tersebut diperoleh setelah dirinya memerintah supaya para penyuluh peternakan melakukan pendataan jumlah babi yang mati secara tiba-tiba.

"Data yang masuk ke saya itu 120 ekor. Tapi data belum final, mungkin sore ini saya dapat data final dari semua petugas peternakan dari semua kecamatan-kecamatan," ungkapnya kepada Pos Kupang, Jumat (21/2/2020).

Raymundus yang juga menjadi salah satu peternak babi di TTU itu mengungkapkan, jika ternak babi yang ada di peternakannya tidak mati secara misterius seperti yang dialami oleh warga.

Raymundus mengatakan, gejala awal sampai ratusan ternak babi milik warga tersebut mati karena mengalami badan yang hangat

Meski demikian dirinya belum dapat memastikan apakah babi tersebut mengalami penyakit kolera atau penyakit lainnya.

Foto Via Vallen di Laga Persija vs Persebaya Jadi Sorotan Malah Nama Marco Simic Ikut Diseret-seret

"Saya tidak mau berkesimpulan mendahului," ujarnya.

Atas masah tersebut, kata Raymundus, pihaknya sudah mengirim sampel darah balai peternakan yang ada di Medan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah kita dapatkan informasi hasilnya penelitian," ungkapnya. (mm)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved