Minggu, 12 April 2026

Kadis Pariwisata Sumba Barat: Pasola Bukan Hanya Festival Tapi Ritual Keagamaan Marapu

Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat: Pasola bukan hanya Festival tapi ritual keagamaan Marapu

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Kadis Pariwisata Sumba Barat, Charles Hermana Weru, S.Sos 

Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat: Pasola bukan hanya Festival tapi ritual keagamaan Marapu

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Charles Hermana Weru, S.Sos mengatakan perlu sosialisasi.bersama untuk semua masyarakat Sumba khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya bahwa pasola bukan sekedar pelaksanaan sebuah festival tetapi sesungguhnya adalah sebuah peristiwa ritual keagamaan Marapu.

Aliran kepercayaan Marapu telah resmi diakui keabsahannya oleh negara. Karena itu marilah kita semua, menghormati dan menghargai tradisi pasola sebagai sebuah pelaksanaan ritual keagamaam Marapu digelar setiap tahun. Dalam doanya marapu, berharap mendapatkan berkah sehingga panen berlimpah pada tahun ini.

Bupati Gidion Audiens Dengan Menteri KKP RI Edhy Prabowo

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Charles Hermana Weru, S.Sos menyampaikan hal itu sesaat setelah selesai pasola di kantor Camat Lamboya, Kamis(20/2/2020).

Menurutmya, ada hal penting dalam pelaksanaan pasola yakni berhubungan dengan historis pasola dan nilai religius sehingga semua.hendaknya menghormati tradisi pasola.

Bappeda TTU Tak Ada Praktik SPPD Fiktif

Sedangkan berkaitan dengan kondisi keamanan pada hari pelaksanaan pasola terutama para pemain pasola, ia mengatakan, selama ini pemerintah dalam hal ini pemerintah kecamatan dan desa telah memberikan arahan agar para pemain,tokoh masyarakat dan tokoh pemuda harus menjaga suasana kondusif agar pelaksanaan pasola berjalan aman dan lancar. Hanya saja dalam pelaksanaan di lapangan, terkadang ada pemain pasola cepat emosi manakalah terkena lemparan lembing sehingga cepat pula terjadi keributan.

Untuk itu kedepan,perlu ada sosialisasi pemahaman bahwa pasola bukan hanya sebuah festival belaka tetapi adalah sebuah peristiwa ritual keagamaan Marapu yang harus dihormati semua pihak.

Dengan pemahaman demikian, mengikis image penonton.atau warga.yang memandang pasola hanya sebuah hiburan. Sejatinya pasola adalah sebuah peristiwa keagamaan Marapu yang patut, kita.hormati dan hargai bersama.

Walau demikian, ia berharap pelaksanaan pasola Wanokaka tanggal 16 Maret 2020 berlangsung aman dan damai. Karena itu, ia meminta semua komponen masyarakat daerah ini perlu menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar even pasola berjalan damai pula. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved