Warga Tewas Disambar Petir di TTS

Peristiwa Petir Menyambar Manusia Sudah Dua Kali Terjadi Di Amanuban Selatan, TTS

Korban yang berprofesi sebagai tukang ojek langsung meninggalkan ditempatkan usai mengalami luka bakar pada bagian dada dan perut.

Peristiwa Petir Menyambar Manusia Sudah Dua Kali Terjadi Di Amanuban Selatan, TTS
ISTIMEWA
Warga sedang mengangkat jenazah salah satu korban meninggal akibat tersambar petir dari dalam persawahan, Kamis (20/2/2020) 

Peristiwa Petir Menyambar Manusia Sudah Dua Kali Terjadi Di Amanuban Selatan, TTS

POS-KUPANG.COM|SOE -- Peristiwa manusia tersambar petir terjadi dua kali di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS.

Peristiwa pertama terjadi pada Senin (2/12/2019) siang.

Dimana korbannya, Dona Nenoliu pria lajang berusia 22 tahun tersambar petir saat menerima telepon di bawah pohon asam.

Korban yang berprofesi sebagai tukang ojek langsung meninggalkan ditempatkan usai mengalami luka bakar pada bagian dada dan perut.

Peristiwa manusia tersambar petir yang kedua terjadi pada Kamis (20/2/2020) sore. Kali ini empat orang menjadi korbannya.

Adam Tateni, Kristian Tenia, Ferdi Haylitik dan Festus Betty tersambar kilat saat hendak menuju pondok usai menperbaiki pematang sawah.

Adam dan Kristian Tenia langsung meninggal di tempat dengan luka bakar pada bagian dada dan perut.

Sedangkan Ferdi dan Festus sementara mengalami perawatan medis di RSUD Soe. Walau tidak mengalami luka apa pun, namun kondisi kedua korban selamat saat ini masih lemah.

Camat Amanuban Selatan Jhon Asbanu mengingat warganya untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas disaat hujan turun. Warga diminta untuk tidak bermain handphone ditempat terbuka saat hujan turun.

Hindari berteduh di dekat pohon besar atau berada di tempat terbuka saat hujan turun karena akan beresiko tersambar kilat.

"Ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi di Amanuban Selatan oleh sebab itu saya menghimbau warga saya untuk lebih berhati-hati saat turun hujan disertai kilat. Hindari aktivitas di luar ruangan. Jangan bermain handphone atau berada di daerah terbuka karena akan beresiko terkena sambaran kilat, " ujarnya. 

Diberitakan pos kupang.com sebelumnya, Empat warga desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kamis (20/2/2020) sore disambar petir saat sedang mengolah lahan persawahan di dataran bena.

Kristian Tenis dan Adam Tateni langsung tewas ditempat usai disambar petir. Sedangkan dua korban lainnya yang saat ini kondisinya sekarat.

Bak Anak Kembar Changmin dan Yunho TVXQ Tampil Kompak dan Memikat Saat ke Indonesia,Sama-Sama Keren!

Aminadap: Saya Sedih, Dalam Sehari Kehilangan Dua Anak Mantu Sekaligus

Miss Indonesia NTT Nadia Riwu Kaho Sabet Fast Track Beauty With Purpose, Bergengsi Miss Indonesia

Dua korban sekarat lalu dibawa warga ke Puskesmas Panite guna mendapatkan pertolongan medis.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kotan)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved