Ibu-Ibu Jebolan Akademi Paradigta Sudah Jadi Aparat Desa
Sejak tiga tahun lalu, Serikat Perempuan Kepala Keluarga ( Pekka) NTT membuka Akademi Paradigta bagi para ibu di desa
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Sejak tiga tahun lalu, Serikat Perempuan Kepala Keluarga ( Pekka) NTT membuka Akademi Paradigta bagi para ibu di desa.
Akademi ini berhasil menjaring banyak perempuan kepala keluarga yang tidak memiliki ijazah formal, belum punya keterampilan mumpuni dalam berorganisasi dan bahkan tidak tahu baca-tulis.
Selama setahun, keterampilan para perempuan diasah dalam akademi oleh para mentor Pekka NTT. Hasilnya menakjubkan, sebagian besar dari lulusan akademi ini sekarang sudah mengabdi sebagai aparat pemerintah desa.
• Tahap Kedua, KPU TTU Cairkan Dana Pilkada Sebesar Rp 22,5 Miliar
Dalam acara Wisuda Akademi Paradigta Angkatan Ketiga di SDK Tanah Boleng Desa Lewoblolong Kabupaten Flores Timur, Selasa (18/2/2020) kemarin, para alumni menyampaikan testimoni yang menakjubkan.
Mereka mengalami perubahan signifikan dalam kehidupan bermasyarakat sebelum dan sesudah mengikuti program Akademi Paradigta.
Angkatan pertama akademi, Yustina Tulit Karolina Suban mengaku setelah lulus dari akademi, dirinya mulai dipercaya dalam banyak organisasi di desa.
• Penyaluran Air PDAM Ende Terhenti, Ini Tanggapan Dirut PDAM Ende
Dia masuk dalam tim penyusun RKPDes Adobala, ketua tim penjaringan aparat Desa Adobala, dan dia juga pernah menjadi bakal calon kepala desa.
"Dengan ilmu yang saya dapat dari akademi paradigta saya bentuk kelompok melalui wadah PKK membuat keripik pisang dari buah labu dan rumput laut, kelapa dan ikan bandeng. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Adobala. Kegiatan ini telah berjalan dan hasilnya sudah ada," terang Yustina yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Simpan Pinjam Adobala dan Ketua Komunitas CU Sinar Saron Witihama.
"Inilah perubahan dalam diri setelah lulus dari akademi paradigta. Kami belajar tentang kepemimpinan perempuan, pelayanan publik dan pembahasan APBDes," urainya.
Kata dia, ada alumni juga yang kini dipercayakan menjadi ketua KPPS dan masuk dalam tim perumusan RPJMDes Lewoblolong Kecamatan Ile Boleng.
Kesaksian yang sama juga datang dari
Kristiana Kewa dari Desa Dokeng Ile Boleng yang setelah mengikuti Akademi Paradigta menjadi lebih percaya diri.
Kristina menyebutkan saat ini dirinya menjabat sebagai bendahara panitia pembangunan desa.
"Kita berpartisipasi untuk jadi perempuan-perempuan hebat untuk mengelola desa," imbuhnya.
Fasilitator Lapangan Serikat Pekka NTT, Bernadete Deram Langobelen mengungkapkan 99 persen dari peserta Akademi Paradigta dan kader Pekka tak bersuami dengan berbagai alasan dan ada juga yang suami mereka sedang berada di tanah rantau.
Berkat adanya akademi ini, para perempuan di desa bisa bekerja sebagai aparat desa dan menduduki jabatan struktural dalam pemerintahan desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/akademi-paradigta-memberdayakan-kembali-perempuan-perempuan-di-desa.jpg)