Anggota TNI Asal NTT Gugur di Papua
BREAKING NEWS - Anggota TNI Asal NTT Gugur di Papua, Jenazah Tiba Sore Ini
Pratu Yanuarius Loe merupakan anggota TNI asal Desa Rembesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Jenazah Anggota TNI Asal Belu Yang Gugur di Papua Tiba Sore Ini
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jenazah Prajurit TNI asal Kabupaten Belu, NTT, Pratu Yanuarius Loe yang menjadi korban kecelakaan helikopter MI-17 di Papua pada Jumat (28/6/2019) lalu akan tiba sore ini.
Danrem 161 Wira Sakti Kupang melalui Kepala Penerangan (Kapen) Korem 161 Wira Sakti Kupang, Mayor Inf Arwana Minarta kepada wartawan pada mengatakan, jenazah Pratu Yanuarius Loe yang merupakan Tamtama Bantuan Senjata Otomatis akan tiba menggunakan pesawat Hercules milik TNI.
"Jenazah akan tiba sore ini sekitar jam lima (pukul 17.00 Wita) dengan pesawat TNI," ujar Arwan singkat.
Pratu Yanuarius Loe merupakan satu dari 12 anggota TNI yang ikut dalam helikopter Heli MI-17 maut yang jatuh di pegunungan Mandala, Distrik Oskob, Pegunungan Bintang, Papua. Kepastian evakuasi jenazah ke tempat asal masing masing dilakukan setelah kedua belas jenazah berhasil diidentifikasi.
Pratu Yanuarius Loe merupakan anggota TNI asal Desa Rembesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT.
Sebelumnya pada Senin (17/2/2020), Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman mengatakan, jenazah Pratu Yanuarius direncanakan akan landing di Kupang pada Selasa. Saat ini, pihaknya telah menyediakan pelayanan garnisun, untuk membawa melalui jalur darat ke daerah asalnya.
"Proses evakuasi pertama hari ini untuk wilayah Jawa. Sedangkan ke Kupang itu tanggal 18," ujarnya.
Pihak Korem 161 Wira Sakti Kupang, jelasnya, telah melakukan koordinasi dengan keluarga untuk proses pemakaman setelah jenazah tiba.
• Wabup Kupang : Kepala Puskesmas di Kabupaten Kupang yang Tidak Becus Diberhentikan
• Dana Pensiun PNS Rp 1,5 Miliar Disusul Menpan RB, Dasco: Setuju kalau Ada Uangnya
"Kita lakukan koordinasi dengan keluarga terkait proses dan teknisnya karena memang punya hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), namun kalo keluarga inginkan di pemakaman keluarga ya kita sedang koordinasikan," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )