4 Desa di Kecamatan Ndori, Ende Alami Gagal Panen

Sebanyak 4 desa dari 10 desa yang ada di Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende mengalami gagal panen

4 Desa di Kecamatan Ndori, Ende Alami Gagal Panen
POS- KUPANG.COM/Romualdus Pius
Camat Ndori, Ahmad Liga 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Sebanyak 4 desa dari 10 desa yang ada di Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende mengalami gagal panen sebagai akibat musim panas maupun perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

Camat Ndori,Ahmad Liga mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (18/2) di Ende.

Ahmad mengatakan 4 desa di Kecamatan Ndori yang mengalami gagal panen masing-masing Desa Mole dan Desa Serandori serta Desa Maubasa Barat dan Desa Maubasa.

Menodai Pacar Siswi SMA Pemuda Pengangguran di Ende Dijerat UU Perlindungan Anak

Dikatakan tanaman yang mengalami gagal panen seperti padi di sawah dan lading juga jagung maupun kacang serta ubi-ubian.

Kegagalan panen tersebut sebagai akibat panas yang berkepanjangan beberapa waktu lalu maupun hujan yang tidak menentu akhir-akhir ini menyebabkan tanaman warga mati kekeringan ujar Ahmad Liga.

Melarikan Diri Setelah Menodai Pacar, Pemuda Pengangguran di Ende Jadi Buronan Polisi

"Sawah yang ada pada umumnya sawah tadah hujan maka ketika curah hujan tidak menentu menyebabkan sawah kekurangan air maka dipastikan padi akan mati begitupun tanaman pertanian lainnya seperti jagung maupun kacang-kacangan," kata Ahmad Liga.

Ahmad mengatakan bahwa meskipun saat ini ada tanaman warga yang masih bertahan seperti jagung namun kondisinya juga mengenaskan karena terlihat telah layu.

Kondisi tanaman yang tumbuh tidak normal tersebut menyebabkan warga tidak bisa panen atau gagal panen.

Menjawab dampak dari kegagalan panen yang dialami oleh warga seperti kekurangan pangan, Camat Ahmad mengatakan bahwa sejauh ini memang kebutuhan pangan warga masih tercukupi karena warga mencari pendapatan lain seperti nelayan.

Namun demikian pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan melalui para kepala desa dari 4 desa yang ada.

"Para kepala desa terus memantau kalau memang ada perkembangan yang menjurus ke arah rawan pangan maka kami segera mengambil langkah-langkah seperti meminta bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Ende untuk diberikan bantuan beras rawan pangan," kata Ahmad. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved