Kepulan Asap Beraroma Belerang Muncul Di Desa Sebot
Suhu di sekitar titik kemunculan asap pun terasa lebih panas. Jika malam hari, titik munculnya asap berwarna merah, seperti bara api.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso

Kepulan Asap Beraroma Belerang Muncul Di Desa Sebot
POS-KUPANG. COM|SOE -- Kepulan asap Beraroma Belerang muncul di Desa Sebot, Kecamatan Mollo Utara, Minggu (9/2/2020). Kepulan asal beraroma belereng ini muncul pasca terjadi longsor di lokasi tersebut.
Aroma belereng bahkan bisa tercium hingga radius 500 meter. Tanah di sekitar titik kemunculan asap berwarna kehitaman seperti gosong, diduga akibat terpanggang suhu panas yang keluar dari lubang yang mengeluarkan asap.
Suhu di sekitar titik kemunculan asap pun terasa lebih panas. Jika malam hari, titik munculnya asap berwarna merah, seperti bara api.
Kepala Desa Sebot Zet Bessie kepada pos kupang.com, Senin (17/2/2020) mengatakan, kemunculan pertama kali kepulan asap beraroma belereng diketahui oleh warga. Informasi tersebut lalu dilanjutkan kepada dirinya.
Usai mendapatkan informasi tersebut, ia bersama warna langsung turun ke lokasi. Setelah mengecek kebenaran informasi tersebut, Kades Zet lalu melaporkan hal tersebut kepada aparat kepolisian dan Koramil.
"Selasa kemarin dari kepolisian dan Koramil sudah turun ke lokasi pak. Bahkan, Dari Polsek Kapan sudah memasang police line di lokasi tersebut dan melarang masyarakat untuk mendekati titik tersebut. Dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa terjadi bencana," ungkap Kades Zet.
Dirinya juga telah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati titik kemunculan kepulan asap. Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada Bupati TTS.
"Saya sudah sampai peristiwa ini kepada pak bupati. Hingga saat ini kita juga belum tahu apa yang menyebabkan munculnya asap beraroma belereng tersebut," ujarnya.
• RAMALAN ZODIAK, 3 Zodiak Diramal Paling Beruntung Pekan Ini, Pisces Bakal Jadi Pusat Perhatian
• Pengadilan Negeri Atambua Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi
• Wisatawan Kapal Pesiar Di-Screening di Laut Sebelum Jejakan Kaki di Pelabuhan
Sebelumnya, lokasi kemunculan asap beraroma belerang tersebut merupakan lahan tandus dan kering. Usaha penghijauan yang dilakukan pemerintah desa di lokasi tersebut tak berhasil.
Lokasi kemunculan asap beraroma belereng sendiri cukup jauh dari area pemukiman masyarakat, yaitu sekitar 1 Km. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)