Pesparani Perdana di Nagekeo, Merajut Persaudaraan Sejati, Ini Ungkapan Pimpinan DPRD Nagekeo
pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) ke-1 Tingkat Kabupaten Nagekeo resmi digelar. Lomba tersebut digelar sejak Jumat (14/2/2020) hingg
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY --Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) ke-1 Tingkat Kabupaten Nagekeo resmi digelar.
Lomba tersebut digelar sejak Jumat (14/2/2020) hingga Minggu (16/2/2020) bertempat di Gereja dan Aula St. Maria Dolorosa Penginanga Paroki Stella Maris Danga di Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa.
Acara pembukaan diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsentius Sensi Potokota Pr.
Tema Pesparani perdana ini yaitu, Melalui Pesparani Kita Wujudkan Persaudaraan Sejati.
Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu, menyebutkan, Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan Dan Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik yang disingkat LP3K memiliki tujuan untuk membina dan
mengembangkan penghayatan iman katolik di bidang nyanyian liturgi melalui penyelenggaraan even Pesparani.
Dalam Gereja Katolik musik liturgi
dipandang sebagai bagian yang utuh dari perayaan liturgi gereja. Musik liturgi merupakan doa umat beriman memiliki iman yang tinggi dan bukan sekedar ekspresi seni yang menjadi tontonan.
"Oleh karena itu gereja katolik mewarisi pandangan bahwa orang
bernyanyi dengan baik sebenarnya berdoa dua kali," ujar Seli Ajo.
Seli Ajo menyampaikan pelaksanaan PESPARANI Katolik ini tentu berbeda dengan pesta padua suara gerejawi (PESPARAWI) dan MTQ yang sudah lama menjadi agenda Nasional.
Dengan menjadikan PESPARANI katolik menjadi agenda Nasional maka umat katolik di seluruh Kabupaten Nagekeo maupun seluruh indonesia dapat bertemu dan berexpresi, selain itu keterlibatan masyarakat non Katolik juga menegaskan bahwa kita adalah Indonesia yang terdiri dari berbagi Suku, Golongan dan Agama.
"Ajang ini juga sebagai upaya untuk
merajut persaudaraan serta meningkatkan rasa keiamanan dan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini kita menyelengarakan pesta paduan suara Gerejani yang pertama Tingkat Kabupaten Nagekeo. Dihadapan kita telah hadir saudara-
yang tergabung dalam masing masing kelompok dari setiap Kecamatan menunjukan kebolehan dalam bernyanyi," ujar dia.
Seli Ajo mengatakan sejalan dengan pandangan gereja Katolik tentang musik liturgi, lembaga DPRD Kabupaten Nagekeo berharap agar kegiatan ini tidak hanya dipahami sebagai
kegiatan perlombaan.
Tujuannya pun, tidak hanya berhenti
pada target untuk mendapatkan juara, tetapi lebih dari itu kegiatan ini harus dilihat sebagai kegiatan pewartaan, yang bertujuan membangun dan menumbuh
kembangkan iman umat katolik akan Kristus sebagai Kepala gereja.
Lebih lanjut, Selj Ajo, mengatakan kegiatan PESPARANI ini harus memberikan dampak dan menginspirasi dalam bernyanyi dengan baik dan tampilah dengan sukacita.
"Atas Nama Lembaga DPRD dan
segenap masyarakat Kabupaten Nagekeo, saya menyampaian apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lembaga Pembinaan Dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik sebagi panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga menyampaikan setinggi tingginya kepada semua peserta paduan suara dan pendamping yang telah menyiapkan diri dan terlibat dalam kegiatan bahwa semua niat dan usaha baik bapak ibu sekalian senantiasa diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa," ujar Seli Ajo.