Lanal Maumere Ciduk Pengebom Ikan

Wabup Flotim Kutuk Pemboman Ikan di Tanjung Bunga, Perahu Nelayan Harus Dibakar

Kata Wakil Bupati Flores Timur soal pemboman ikan di Tanjung Bunga, perahu nelayan harus dibakar

Wabup Flotim Kutuk Pemboman Ikan di Tanjung Bunga, Perahu Nelayan Harus Dibakar
POS KUPANG/ISTIMEWA
Komandan Lanal Maumere, Kolonel (Marinir) Totok Nurcahyanto, Kamis (13/2/2020) menggelar konferensi pers penangkapan nelayan pemboman ikan di Mako Lanal Maumere, Pulau Flores. 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Kata Wakil Bupati Flores Timur soal pemboman ikan di Tanjung Bunga, perahu nelayan harus dibakar. Pemboman ikan dilakukan 10 nelayan asal Kabupaten Sikka, Pulau Flores dan ditangkap personil TNI AL Lanal Maumere, Selasa malam atau Rabu dini hari (12/2/2020) dikutuk keras Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli.

Yurisprudensi Hakim Pengadilan Negeri Flotim 2017 dalam perkara kejahatan pengeboman ikan di perairan Flotim menegaskan peralatan yang mendukung kejahatan pengeboman ikan seperti kapal atau sampan akan dimusnahkan dengan dibakar jika para pelaku telah terbukti bersalah.

Guru Besar Universitas Tanjungpura Meninggal di Kupang

"Pemboman ikan merusak ekosistem ikan dan ekositem laut lainya. Hancur terumbu karang yang menjadi tempat bertelur ikan-ikan," tegas Agus Boli, kepada pos-kupang.com, Jumat (14/2/2020) siang.

Ia mengatakan, keputusan hukum atau yurisprudensi PN Larantuka ini terjadi 2017. Saat itu, dua unit perahu dibakar disaksikan Forkompida dan komponen masyarakat, NGO dan aktivis lingkungan.

Pemda Flotim, kata Agus Boli, tetap tegas menjaga laut dan segala ekositem laut yakni membakar sarana pendukung kejahatan pengeboman setelah keputusan pengadilan bersalah yang sudah inkrah.

Rayakan Hari Valentine Secara Sederhana, Ini Pesan Putri Pariwisata Indonesia NTT

Bagi sebagian orang, diakui Agus, tindakan ini tidak populis. Namun, demi nasib banyak orang, anak cucu para pelaut kita, juga semua masyarakat yang membutuhkan ikan langkah ini menjawab dan menjamin masa depan nelayan yang bergantung dari laut dan kita semua yang butuh ikan.

"Kasihan terumbu karang di perairan Flores Timur hampir habis karena dibom. Tidak ada lagi tempat ikan-ikan nyaman berkembang biak dan nelayan kita terpaksa tidak bisa lagi melaut di perairan terdekat karena trauma ikan akan bom dan terumbu karang lenyap," kata Agus.

Protes dan pro pelaku kejahatan pengebom dengan alasan kemanusiaan. Bagaimana kita pro kepada pelaku kejahatan satu atau dua orang. Lalu atas nama kemanusiaan yang secara terang benderang sedang membunuh masa depan ribuan anak cucu nelayan kita. Padahal ini kategori tindakan kejahatan kemanusiaan.

"Saya juga minta Pak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pertegas, seluruh wilayah perairan NTT harus bebas dari bom ikan. Jika terbukti bersalah pelaku pengeboman dengan keputusan hukum yang inkrah maka sarana pendukung pengeboman, sampan,perahu dan lain-lain dimusnahkan dengan cara dibakar. Ini langkah tegas menjamin masa depan anak cucu nelayan kita, menjaga ekositem laut dan memberi pesan efek jerah kepada pelaku dan pemain bom," tegas Agus lagi. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved