Guru Besar Universitas Tanjungpura Meninggal di Kupang

Seorang guru besar Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat, Prof. AB. Tangdililing (67) Meninggal Dunia di Kota Kupang

Guru Besar Universitas Tanjungpura Meninggal di Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Guru Besar Fisip Untan, Prof. AB. Tangdililing 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan. Seorang guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura ( Untan) Pontianak Kalimantan Barat, Prof. AB. Tangdililing (67) Meninggal Dunia di Kota Kupang.

Pria yang pernah menjabat wakil rektor itu menghembuskan nafas terakhir di RSUD Prof Johannes Kota Kupang pada Jumat (14/2/2020) sekira pukul 11.45 Wita.

Rayakan Hari Valentine Secara Sederhana, Ini Pesan Putri Pariwisata Indonesia NTT

Juru bicara keluarga, Dharma Rerung kepada POS-KUPANG.COM menceritakan, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang berbelanja bersamanya di swalayan Dutalia yang berada di Timor Raya Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima sekira pukul 11.00 Wita.

Saat itu, Dharma yang berpangkat keponakan dalam keluarga menemaninya untuk mencari oleh-oleh dan bekal perjalanan menuju Malaka.

Dharma yang panik langsung meminta pertolongan pertama saat pamannya terjatuh. Saat itu pula, ia melarikan pamannya ke RSUD Johanes Kupang dengan mobilnya.

Ini Sebutan Komut Bank NTT untuk Direktur Pemasaran Dana di Hari Valentine

"Kita lari (perjalanan dengan mobil) dari Dutalia ke Rumah Sakit mungkin hanya sepuluh menit," ujarnya menceritakan upaya untuk segera mendapat penanganan medis bagi pamannya itu.

Sesampainya di IGD RSUD Prof Johannes, dokter kaga bersama para tenaga medis sempat melakukan pertolongan. Namun tak berselang lama, dokter menyatakan meninggal dunia.

"Paman meninggal dunia karena serangan jantung," katanya.

Dharma bahkan seakan tak percaya dengan kematian yang seolah tanpa aba-aba itu. Pasalnya, sejak tiba dari Pontianak dan saat bersama dengannya, Prof. AB. Tangdililing terlihat sehat.

"Misteri Tuhan kita tidak tahu, padahal saat bersama dari pagi paman tampak sehat," katanya sambil menunjukan dua rekaman panggilan tak terjawab pada Jumat pagi dari almarhum di handphonenya.

Kehadiran almarhum di Kupang, kata dia, untuk mengunjungi anak bungsunya Rendy A Tangdililing yang saat ini bekerja sebagai ASN pada Pemerintah Kabupaten Kupang.

"Paman rencananya besok akan bersama Rendy mengunjungi calon istri di Malaka. Makanya tadi kita sempatkan diri untuk belanja bekal perjalanan di Dutalia. Tapi takdir berkata lain," tambahnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved