Juwita Marsela Soluk, Cs Belajar Dihantui dengan Ketakutan

Ada enam ruangan kelas yang dibangun kala itu. Tapi apes dialami para siswa dan guru-guru dimana pada Desember 2019

Juwita Marsela Soluk, Cs Belajar Dihantui dengan Ketakutan
POS KUPANG/EDY HAYONG
Beginilah kondisi gedung SDN Tuakau, Desa Tuakau, Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang. Para siswa dan orangtua/wali bergambar dengan latar dinding gedung sekolah yang sudah bolong dan terancam roboh, Rabu (12/2). 

Juwita Marsela Soluk, Cs Belajar Dihantui dengan Ketakutan

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Juwita Marsela Soluk, siswi Kelas 6 di SDN Tuakau, Desa Tuakau, Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, pantas resah dan gelisah mengikuti pelajaran.

Juwita bersama 22 rekannya yang kini tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir nasional (UAN) Tahun ajaran 2019/2020 dihantui dengan ketakutan. Pasalnya, gedung sekolah yang dibuat darurat dari dinding kayu itu,  terancam roboh karena dimakan rayap.

Juwita bersama 120 siswa siswi juga para guru di sekolah tersebut, saat disambangi Pos Kupang, Selasa (12/2) sekitar Pukul 13.15 Wita, tidak dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Waktunya mereka harus bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing.

Namun, saking semangatnya untuk menyampaikan uneg-uneg mengenai kondisi gedung sekolah melalui Pos Kupang,  mereka memilih bertahan untuk tidak pulang.

Untuk mencapai SDN Tuakau, di Desa Tuakau, Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 jam dari Oelamasi, pusat pemerintahan Kabupaten Kupang. Harus melintasi sekitar 20-an sungai besar dan kecil.

Belum lagi kondisi jalan yang memrihatinkan. Sungguh mengenaskan. Tidak ada penerangan listrik dari PLN. Warga setempat hanya mengandalkan lampu petromax, tetapi yang berekonomi mapan menggunakan generator.

Melihat kondisi gedung SDN Tuakau, hati siapapun akan terenyuh. Bangunan darurat berdinding kayu, beratap seng dan berlantai tanah itu dibangun sejak 2005. Sejak 2005 hingga kini, belum pernah direhap.

Ada enam ruangan kelas yang dibangun kala itu. Tapi apes dialami para siswa dan guru-guru dimana pada Desember 2019 lalu, angin puting beliung merobohkan empat bangunan ruang kelas sehingga tersisa 2 ruangan.

Sebanyak 2 ruangan kelas yang masih bertahan dari hasil swadaya orangtua/wali, kondisinya sekarangpun terancam rusak bahkan siap roboh. Kayu penyangga sudah termakan rayap. Dinding gedung pada beberapa titik berlubang.

Halaman
123
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved