News

ASN Siap-siap Rogoh Kocek, Bupati TTS Keluarkan SKK ke Kejaksaan Tagih Sisa Temuan Rp 19 Miliar

Temuan tersebut meliputi kelebihan biaya perjalanan dinas, selisih harga tiket, denda pihak ketiga, kelebihan pembayaran insentif dokter

ASN Siap-siap Rogoh Kocek, Bupati TTS Keluarkan SKK ke Kejaksaan Tagih Sisa Temuan Rp 19 Miliar
net
ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, serius menyelesaikan temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPKP sejak tahun 2002 yang nilainya mencapai Rp 36 miliar lebih.

Dari jumlah ini, tersisa Rp 19 miliar yang masih harus dikembalikan ke kas daerah.

Temuan tersebut meliputi kelebihan biaya perjalanan dinas, selisih harga tiket, denda pihak ketiga, kelebihan pembayaran insentif dokter hingga aksi nakal oknum bendahara.

Bupati Epy Tahun mengaku sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan maupun melalui surat menyurat. Hasilnya, sebagian besar temuan telah dikembalikan. Namun masih ada sekitar Rp 19 miliar temuan yang masih harus ditagih.

"Lumayan, sudah banyak yang kembalikan temuan berdasarkan LHP BPKP. Saya sudah tegaskan kepada kepala organisasi perangkat daerah untuk segera tindaklanjuti temuan tersebut," ungkap Bupati Epy Tahun kepada Pos Kupang di Kantor Bupati TTS, Selasa (11/2).

Bagi pihak yang membandel, Bupati Tahun menegaskan dirinya akan meminta bantuan Kejari SoE untuk menangih temuan tersebut. Uang yang menjadi temuan tersebut merupakan uang rakyat yang harus secepatnya dikembalikan.

"Kalau secara persuasif, surat menyurat tidak bisa, maka kita minta bantuan pihak kejaksaan untuk tagih temuan tersebut. Saya akan keluarkan surat kuasa khusus (SKK) sebagai dasar pihak kejaksaan untuk membantu kita. Saya tidak main-main ini uang rakyat harus dikembalikan," tegasnya.

Bagi oknum yang memiliki temuan dalam LHP tetapi yang bersangkutan telah meninggal, maka akan diproses untuk pemutihan. Nantinya hal tersebut akan disampaikan kepada BPKP untuk mendapatkan persetujuan proses pemutihan.

"Kalau yang sudah meninggal nanti kita putihkan temuannya. Tetapi kalau yang masih hidup kita berharap ada kesadaran untuk segera mengembalikan uang rakyat tersebut," pinta Bupati Tahun.

Bagi kepala OPD yang tidak mampu menyelesaikan temuan tersebut, Bupati Tahun menegaskan akan memberikan sanksi dinonaktifkan sementara. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved