Lembata Kekurangan Tiga Ribu Pegawai Negeri
Kalau kita lihat dari 3001 orang yang daftar lalu yang ikut sebanyak 2890 tes. Kalau tren di atas 2000 pelamar maka kita butuh banyak PC
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Lembata Kekurangan Tiga Ribu Pegawai Negeri
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Ada sekitar tiga ribu lebih pegawai negeri sipil dan tenaga kontrak di Kabupaten Lembata saat ini. Berdasarkan analisis beban kerja dan jabatan, jumlah ini dinilai masih belum bisa menjawabi kebutuhan pelayanan publik seutuhnya di Lembata.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan sesuai analisis itu maka Kabupaten Lembata membutuhkan sekitar enam ribu pegawai atau harus ada penambahan tiga ribu pegawai lagi. Jadi masih sekitar 50 persen pegawai saja yang memback up penyelenggaraan pemerintahan di Lembata.
Menurut Paskalis kalau penerimaan pegawai setiap tahun hanya 100-200 orang saja maka sampai kapan kebutuhan pegawai akan terpenuhi.
Apalagi, setiap tahun kata dia ada pegawai juga yang pensiun, meninggal dunia atau diberhentikan. Kebijakan pemerintah pusat membuka sistem pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) juga belum bisa memenuhi kebutuhan yang ada.
Ditemui di Kantor Bupati Lembata, Minggu (9/2), Paskalis berujar saat ini masih dibuka keleluasan kepada pemerintah daerah untuk mengangkat pegawai pemerintah Non PNS atau tenaga kontrak yang bisa menambah kebutuhan pegawai yang ada.
Dia mencontohkan kalau formasi untuk PNS sebanyak 150 dan P3K juga sebanyak 150, maka tentu belum bisa memenuhi kebutuhan pegawai di Lembata. Kekurangan pegawai ini juga berpengaruh pada kualitas pelayanan publik di kabupaten satu pulau ini.
"Ini kebutuhan, selalu ada kebutuhan (pegawai) setiap tahun," ungkapnya.
Sementara itu, ihwal seleksi CPNSD Kabupaten Lembata, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero menuturkan seleksi pegawai negeri sipil ini memang berlangsung sangat transparan dan terbuka. Hasil dari tes juga bisa langsung dipantau di layar sehingga pelamar dan siapa saja bisa mengetahui skor yang didapat.
Di samping itu, politisi Partai Golkar ini juga menilai perlu ada pembenahan fasilitas seleksi di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lembata. Dia sendiri sudah melihat secara langsung gedung untuk pelaksanaan Computer Assisted Tes (CAT) yang ada di kompleks BKD Lembata. Beberapa fasilitas penunjang seperti komputer dan alat elektronik lainnya masih perlu ditambahkan.
"Kalau kita lihat dari 3001 orang yang daftar lalu yang ikut sebanyak 2890 tes. Kalau tren di atas 2000 pelamar maka kita butuh banyak PC. Kalau tren seperti ini tahun depan harus sudah selesai dan siap minimal 100 PC," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Lembata Frans Gewura juga menilai seleksi CPNS tahun ini memang sangat kompetitif, dan harus memenuhi standar.
• Jadwal Acara TV Hari ini Senin 10 Februari 2020, SCTV RCTI Indosiar TVOne, Ada Indonesian Idol
• VIDEO: Inilah Pesona Pantai Kapal Pecah di Kanatang, Sumba Timur. Tonton Videonya
"Ini tahun kedua dan para pelamar pekerjaan harus siapkan diri secara bagus dari aspek pengetahuan dan kemampuan lain termasuk IT," kata Frans.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-pelaksanaan-seleksi-cpns-kabupaten-lembata.jpg)