Bupati TTS Minta Warga Besipae Jangan Anarkis
Kepada warga Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Bupati TTS Egusem Piether Tahun meminta menahan diri agar tidak melakukan aksi anarkis
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | SOE - Kepada warga Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Bupati TTS Egusem Piether Tahun meminta menahan diri agar tidak melakukan aksi anarkis. Dirinya mempersilakan warga untuk berdemo guna menyampaikan tuntutan tetapi tidak boleh melakukan aksi anarkis.
" Saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI terkait aksi warga Besipae yang menahan dua mobil Dinas Peternakan Propinsi di kawasan hutan Besipae kemarin. Saya berharap masyarakat bisa menahan diri dan tidak berbuat aksi anarkis," pintanya saat ditemui POS- KUPANG.COM, Senin (10/2/2020) di kantor Bupati TTS.
• Satgas Yonif 132/BS Donorkan Darah Untuk Masyarakat Perbatasan
Dari dua mobil yang sempat ditahan, satu mobil telah dilepas warga. Sedangkan satu mobil lainnya masih ditahan hingga saat ini.
"Kemarin sempat ada pendekatan yang dilakukan pihak kepolisian, TNI dan camat yang ada di lokasi kejadian sehingga satu mobil akhirnya bisa meneruskan perjalanan ke Kupang. Sedangkan satu mobil lainnya masih ditahan warga. Supir dan penumpangnya diturunkan warga, yang ditahan hanya mobilnya," ujar Bupati Tahun.
Terkait konflik lahan Besipae, dijelaskan Bupati Tahun, lahan tersebut merupakan lahan milik pemerintah Provinsi NTT, namun diserobot warga untuk ditempati dan berkebun.
• Temukan Banyak Belatung di Makanan, Pelanggan Warung Makan di Kupang Lapor Polisi
Pemda TTS sempat bersurat ke Gubernur NTT agar pengelolaan Besipae diberikan kepada Pemda TTS, tetapi belum dijawab.
"Itu asetnya Provinsi NTT, masyarakat yang serobot masuk dan tinggal," pungkasnya.
Untuk diketahui, Minggu sekitar pukul 11.00 WITA, warga Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan dikagetkan dengan kedatangan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan rombongan.
Gubernur Viktor dan rombongan hendak menuju Kabupaten Malaka guna melakukan kunjungan kerja, namun singga sebentar di Besipae.
Kepada masyarakat Besipae, Gubernur Viktor meminta agar segera mengosongkan tanah milik Pemda Propinsi NTT tersebut.
Usai menyampaikan hal tersebut, Gubernur Viktor dan rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke Malaka.
Informasi terkait kedatangan Gubenur Viktor ke Besipae dan meminta warga yang bermukim di kawasan Besipae untuk segera keluar pun langsung menyebar.
Sebagian warga yang tak sempat bertemu Gubernur Viktor langsung nait pitam saat mendengar informasi tersebut. Warga tak terima diminta keluar dari kawasan Besipae. Warga mengklaim, jika tanah tersebut adalah tanah milik mereka bukan milik Pemda Propinsi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)