Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Ingatkan Santri Bahaya Paham Radikalisme dan Terorisme

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte ingatkan santri bahaya paham radikalisme dan Terorisme

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Ingatkan Santri Bahaya Paham Radikalisme dan Terorisme
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Para santri sedang mendengar ceramah Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Batakte pada Sabtu (8/2/2020) 

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte ingatkan santri bahaya paham radikalisme dan Terorisme

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam rangka menekan dan mencegah paparan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di kalangan generasi muda, Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Kupang Barat mengadakan ceramah kontra-radikalisme kepada para santri dan santriwatinya.

Ceramah dengan tema mencegah dan menangkal masuknya ajaran serta paham radikalisme di lingkungan pelajar tersebut berlangsung di Asrama Putri Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, pada Sabtu (8/2/2020).

Bantu Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan, Australia Berterima Kasih ke Jokowi

Hadir pada kesempatan itu, 12 santri dari Pondok Pesantren Putra dan 17 santriwati dari Pondok Pesantren Putri dengan didampingi para pembina.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Ust Usman Maman S.Sos dalam ceramahnya, menekankan bahaya intoleransi, radikalisme dan terorisme terhadap kehidupan bersama baik dalam lingkup terkecil maupun dalam lingkup keutuhan bangsa.

Kopdit Obor Mas Langganan Predikat WTP Ini Penjelasan Leonardus Frediyanto Moat Lering

Ia mengatakan bahwa, intoleransi, radikalisme dan terorisme kini telah menjadi ancaman terbesar bagi kehidupan bersama. Kepada para santrinya, ia mengingatkan agar tidak ikut apalagi terlibat dalam gerakan yang berafiliasi pada paham Radikal yang berkembang.

"Kita tekankan kepada mereka (santri dan santriwati) kelak tidak merugikan orang lain, tidak ikut terlibat atau tidak ikut dalam paham-paham radikal yang berkembang," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM usai ceramah.

Kepada para santri dan santriwatinya, ia berharap agar mereka dapat memberikan pemahaman yang baik dan komprehensif terkait gerakan dan paham radikalisme dan terorisme kepada saudara saudaranya yang terindikasi terpapar. Hal ini dilakukan guna menangkal dan menyelamatkan generasi muda dari paparan paham yang bertentangan dengan pancasila dan NKRI.

"Kita harapkan, mereka yang memberikan pemahaman kepada saudaranya yang terindikasi kesana (Radikal dan teroris), agar tidak mengikuti ajakan hal yang tidak baik itu," ujar Ust Mamang yang didampingi Wakamat MTS, Ustad Ahmad Uju MM.

Pondok pesantren, lanjutnya, dalam pendidikan secara pribadi dan komunal menekankan pada penghargaan terhadap hidup bersama yang bersaudara yang berdampingan dengan damai. Para santri dan santriwati, juga ditekankan untuk selalu menjadi dan memberi manfaat bagi orang lain dalam kehidupan bersama.

"Ketika mereka dewasa dan besar, mereka tidak boleh membuat hal yang merugikan masyarakat. Mereka harus memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya.

Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Hidayatullah Batak menggunakan Kurikulum Departemen Agama untuk sekolah yang ditambahkan dengan kurikulum Pondok misalnya konversasi bahasa Arab.

Ia juga berharap, ada sosialisasi dari pihak terkait untuk para santri misalnya terkait narkoba, terorisme dan sebagainya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved